oleh

Kamis (13/8/2020), Semprot Disinpektan Massal

-Metropolis-16 views

//Fokus Rumah Warga

PRABUMULIH – Merespon kembalinya Prabumulih ke zona merah terkait penanganan Covid-19, Pemerintah kota (Pemkot) kembali bergerak. Tidak hanya memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, tetapi juga mengundang Direktur RS Swasta dan RSUD penanganan Covid-19.

Terbaru, mengumpulkan Kepala OPD, Camat, Lurah hingga Kades untuk melakukan penyemprotan disinpektan massal untuk melawan Covid-19.

Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM mengatakan, rencana kembali penyemprotan disinpektan massal dilakukan Kamis ini (13/8/2020).

“Kita terus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 yang kembali timbul. Tidak hanya penyemprotan disinpektan massal kembali, juga minta kelurahan/desa melakukan pemasangan baleho terkait pemberlakukan denda bagi warga tidak memakai masker, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur,” jelas Ridho di sela-sela memimpin rapat persiapan penyemprotan disinpektan massal, Selasa (11/8/2020).

Kata orang nomor satu di Kota Nanas ini, pemasangan baleho itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya disiplin masalah protokol kesehatan, sebagai langkah efektif melawan Covid-19.

“Di new normal ini, silakan masyarakat beraktivitas seperti biasa. Tetapi, protokol kesehatan harus diperhatikan. Khususnya, pemakaian wajib masker. Lalu, jaga jarak, cuci tangan, dan lainnya,” terang suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.

Sebutnya, kalau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak mungkin lagi dilakukan. Lantaran, membutuhkan biaya besar dan anggaran sudah tidak ada lagi.

“Sekarang ini, sosialisasi terus kita rutinkan untuk meningkatkan kepatuhan dan ketaatan terhadap protokol kesehatan. Untuk menekan angka penyebaran Covid-19,” beber ayah tiga anak ini.

Terpisah, Wakil Walikota (Wawako), H Andriansyah Fikri SH menambahkan, meminta Dinkes untuk kembali menyajikan data akurat terkait perkembangan kondisi Covid-19 di Prabumulih untuk memudahkan pengawasannya. “Jangan sampai kecolongan lagi, sinergikan data Dinkes dengan data Gugas Covid-19 Pemprov. Sehingga, datanya selalu aktual dan memudahkan pengawasan,” tukasnya.

Ungkap Fikri, soal penyemprotan disinpektan massal ini difokuskan ke rumah-rumah warga, sehingga virus Covid-19 biar musnah dan tidak lagi melakukan penularannya.

“Dari rumah ke rumah, penyemprotan disinpektan ini di lapangan. Untuk teknisnya, Dinkes yang mengaturnya,” ucap orang nomor dua di Prabumulih ini.

Ia juga meminta, para lurah/kades, melakukan sosialisasi kepada masyarakatnya untuk meningkatkan kesadaran pemakaian masker. “Termasuk juga khusus Dinkes menyusun Perwako terkait pemberlakukan denda warga tidak memakai masker merujuk SK Gubernur,” tandasnya. (03)

Komentar

News Feed