oleh

Kaki Candra Melepuh Tersambah Gas Kota

PRABUMULIH – Belum juga rampung seluruhnya, proyek gas kota sudah menelan korban. Seorang warga Dusun 7 Desa Pangkul, Kecamatan Cambai bernama Candra Ilham (30) kini terbaring lemah setelah kedua kakinya mengalami luka bakar hebat akibat tersambar gas kota.
Insiden itu sebetulnya terjadi Senin (3/4) lalu sekitar pukul 16.00 WIB saat proses konversi gas kota di kediamannya. Sayangnya baru tercium oleh awak media kemarin (7/4).
Berdasarkan cerita korban, sebelum kejadian ia didatangi oleh sejumlah petugas pelaksana konversi gas kota dari PD Petro Prabu. Korban yang saat itu tengah berada di rumah kemudian mendampingi petugas untuk melakukan konversi.
Berselang sekitar 10-15 menit salah seorang petugas bernama Mus, meminjam pisau kepada korban untuk memotong selang gas.

“Awalnyo petugas itu nak minjem piso, untuk motong selang. Pas nak ngambek piso, dak nyangko petugas itu ngoset korek api. Dak taunyo kosetan api tadi nyambar gas di bawah, api langsung keluar dan nyambar keno kaki aku. Langsung bae, kaki aku nih keno sambaran api dari gas tadi,” ceritanya ke Prabumulih Pos kemarin.

Pasca kejadian, korban awalnya insiden yang dialaminya tak terlalu berdampak parah. Ia pun hanya meminta bantuan perawat kampung untuk membeli obat dan salep untuk lukanya. Namun tak disangka-sangka, lama kelamaan lukanya makin parah.

“Kupikir luko bakar biaso, dak nyangko jadi melepuh mak ini. Selamo ini berobat dewek, belum ado tanggung jawab pihak PD Petro Prabu terkait kejadian yang nimpo aku. Sejauh ini pengobatan masih terus berlangsung,” ungkapnya.

Candra menyesalkan insiden yang telah menimpanya. Terlebih kejadian itu akibat kekurang hati-hatian petugas pelaksana konversi gas di lapangan.
“Cukup kito bae, keno mak ini. Ke depan, petugas yang diterjunkan harus profesional. Sehingga, tidak terjadi kejadian ini,” kata dia.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) PD Petro Prabu, H Azhari H Harun ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah bertanggungjawab dengan mengobati korban dan membawanya ke rumah sakit.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan dari petugas lapangan insiden itu terjadi saat petugas mengecek dan mencoba menyalakan api setelah sambungan pipa gas kota dipasang. Saat itu, api sempat berulang kali tak menyala. Meski begitu, Harun mengaku pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Kemungkinan ada kebocoran sebelumnya, makanya ketika dipantik menggunakan kompor. Terjadilah, sambaran api dari gas. Kita bertanggung jawab, dan petugas sudah kita obati. Korban sudah kita bawa ke rumah sakit,” terangnya sambil membantah, isu yang beredar kalau petugasnya sengaja mematik korek api gas untuk mengetes konversi kompor.

Ia mengatakan, petugas yang diduga bertanggungjawab atas insiden yang menimpa korban telah diberi sanksi peringatan. Dan kedepannya diminta untuk lebih berhati-hati agar kejadian serupa tak terulang.

“Sementara itu, kita kasih peringatan berupa teguran. Tetapi, jika terbukti lalai ada sanksi tegas kita berikan. Bisa juga terberat terancam dipecat,” tukasnya.

Bukan hanya itu saja, pihaknya juga menekankan, agar petugas di lapangan tidak main-main ketika melaksanakan konversi kompor. Dengan mengedepankan, kehati-hatian dan kewaspadaan sehingga peristiwa serupa tidak terulang dan merugikan semua pihak.

“Sudah kita ingatkan jangan lalai, dan harus teliti dalam proses konversi kompor. Sehingga, tidak terjadi lagi kejadian serupa. Sehingga, merugikan diri sendiri dan orang lain. Jika terjadi lagi, dan disebabkan kelalaian petugas. Ke depannya, akan menjadi tanggung jawab pribadi petugas tersebut,” pungkasnya. (06)

News Feed