oleh

Kakek Dilaporkan Hamili ABG

-Metropolis-760 views

PRABUMULIH – Seorang anak baru gede (ABG) berusia 17 tahun dilaporkan tengah hamil sekitar enam bulan. ABG berinisial EM yang tinggal di Dusun 3 Desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) diduga telah dihamili oleh seorang kakek berisial ZN-yang tinggal sekampungnya.
Kasus itu terungkap setelah Marin Hadi (49)-ayah korban mendatangi Polres Prabumulih untuk menanyakan tindaklanjut kasus yang menimpa ABG yang sebelumnya sempat duduk di bangku kelas X salah satu SMA ke polisi kemarin. Setelah sebelumnya dilaporkan ke Polres Prabumulih pada 29 Maret 2017 dengan nomor laporan polisi LP/B/87/III/2017/Polres Prabumulih.
“Pada awalnyo di Februari yang lalu, kami mulai curiga melihat perubahan dari bentuk badan tubuh anak kami (EM, red). Dari situ barulah kami bujuk dia untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi,” ungkap Amrin Hadi kemarin siang (5/4).
Setelah ditanya, korban akhirnya menceritakan bahwa pelaku yang sudah berusia 55 tahun telah beberapa kali menggauli dirinya sejak Agustus tahun lalu.
“Kejadian itu saat malam usai acara pembagian hadiah dalam rangka perlombaan 17 Agustusan. Anak aku waktu jadi panitia pembagian hadiah. Sekitar jam 9 malam EM (inisila, red) balek ke rumah dengan kawan untuk ngambek jam tangannyo,” kata dia.
“Pas nak balek lagi di jalan memang gelap nian itu ado yang narik tangan dan anak aku diancam pakai pisau, ceritanya itu mau teriak mulutnya dibekap. Ia (korban, red) dipaksa harus melok yang diajak ke kebun dekat situlah dan langsung disetubuhi,” sambungnya.
Kemudian, sambung Amrin, selanjutnya ZN setelah puas melampiaskan nafsu setannya itu, kembali melakukan pengancaman akan membunuh korban jika sampai orang lain mengetahui perbuatan yang baru saja dilakukannya itu.
“Bukan dio (EM, red) yang nak dibunuhnyo kami jugo nak dibunuhnyo. Sampe perbuatan ZN itu kembali terulang lagi sampe 8 kali. Sampe-sampe waktu bulan selanjutyo setelah main volly tiap betemu ZN selalu diancamnyo terus,” terang Amrin.
Kini, dirinya sebagai orangtua kandung korban berharap besar terhadap pihak Polres Prabumulih untuk dapat segera menangkap pelakunya atas kejadian yang sudah dilaporkannya itu sekitar satu minggu yang lalu.
“Pelakunyo itu kakak kandung anggota dewan Prabumulih ini. Keluargo kami selamo ini sering galak dapat intimidasi dari keluargo mereka. Kalu wongnyo memang agak arogan kalu di dusun, siapo bae warga sano agak takut dengan dio tu. Mangkonyo aku minta tolong nian dengan pak polisi sekarang ini kami la takut agek terjadi dengan kami samo anak kami itu (korban, red). Dari awal tau anak kami hamil dan diperiksa ternyata hamil 6 bulan langsung melapor ke kades kami kalu nak melapor ke polisi. Harapan kami untuk perlindungan dengan hukum agar ditindaklanjuti,” harapnya.
Sementara itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kabag Ops, Kompol Andi Supriadi SH Sik MH mengaku, untuk saat ini laporan tersebut terus ditindak lanjuti yang sementara waktu masih dalam proses penyidikan.
“Jadi laporan korban ini memang pengaduannya baru sekitar satu minggu kita terima dan kita sudah membantu melakukan pemeriksaan Visum ke RS AR Bunda. Laporannya kita terus tindaklanjuti kok. Nanti kita koordinasikan dengan penyidik PPA kita,” kata Kabag Ops.
Disampaikan dia, laporan tersebut sementara waktu masih dalam proses pemeriksaan, baik saksi maupun korban di PPA Polres Prabumulih. Ia pun menegaskan jika indikasi pelakunya terbukti, pihaknya pun segera melakukan penangkapan terhadap terlapor.
“Kita segera tangkap jika memang terbukti, pelaku akan diproses secara hukum. Terkait seperti dikatakan ayah korban di desanya seperti itu, kita akan ambil langkah kooferatif, jika tidak bisa diajak kerjasama maka akan diambil langkah tegas. Pihak keluarga pun jika tidak baik-baik maka akan diambil langkah upaya tegas juga,” tegasnya. (Mg03)

News Feed