oleh

Kaji Terap Soal Belanja Hibah. Pemkab Sukabumi Belajar ke Prabumulih

PRABUMULIH – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Jumat (2/8) melakukan studi banding alias kaji terap ke Pemerintah kota (Pemkot) Prabumulih soal belanja hibah. Belakangan, ternyata tidak saja mendapatkan ilmu soal belanja hibah saja. Tetapi, Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM juga membeberkan, sejumlah program keberhasilannya memimpin Kota Nanas ini membuat para pejabat Pemkab Sukabumi tertarik untuk meniru dan mencontohnya.

Hal itu dibenarkan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Asep Abdul Wasit. Kalau pihaknya, mendapat ilmu lebih sekedar tata kelola belanja dana hibah. “Pada awalnya, kita ingin belajar tata kelola belanja hibah. Tetapi, Pak Wako menjadi nara sumbernya ternyata ada ilmu lainnya kita dapatkan,” sebutnya kepada awak media.

Lanjutnya, pihaknya sengaja datang ke Prabumulih mendapatkan tugas, untuk mendapatkan sesuatu bisa diimplementasi di Sukabumi. “Karena, kita punya semangat untuk menjadikan Sukabumi lebih baik dan religius sesuai visi misi Pak Bupati Sukabumi. Banyak yang kita dapat hasil kaji terap ini,” bebernya.

Terpisah, kata Wako, Ir H Ridho Yahya MM, Prabumulih memang tidak bisa dibandingkan soal alam dengan Sukabumi. Tetapi, kalau yang lain tidak. Nah, pada kaji terap itu. Soal pembangunan masjid, tidak diserahkan masyarakat atau Kementerian Agama (Kemenag).

“Tetapi, Pemkot langsung membangunannya lewat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Apalagi, hibah hanya bisa satu kali saja. Sudah seharusnya, pembangunan masjid diserahkan kepada ahlinya untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan,” jelasnya.

Lanjutnya, ia juga mensharekan keberhasilan Pemkot dengan membangun rumah tidak layak huni. Dengan zakat infak sodakoh (ZIS) berasal dari PNS, dikelola Baznas. “Mampu membangun 10 rumah perbulan. Apa yang dibutuhkan Pemkab Sukabumi, untuk keberhasilan bersama kita berikan,” tandasnya. (03)

Komentar

News Feed