oleh

Kaca Truk Pecah Dilempar Batu OTD

-Ringkus-405 views

PRABUMULIH – Aksi pengrusakan terhadap kendaraan mobil milik warga yang melintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman kota nanas kembali terjadi. Sebuah mobil jenis truk tronton PAW warna merah bernopol B 9925 PDA mengalami pecah kaca akibat dilempar batu oleh orang tak dikenal (OTD).
Beruntung, Sholeh Daud (45), warga Jalan Dr Cipto NK Gang Bonsai 16 Kelurahan Talang Betung Bandar Lampung yang merupakan supir tronton tersebut tak sampai dirampok oleh pelakunya yang diketahui satu orang itu. Hanya saja, korban mengalami kerugian material berkisar sebesar Rp1,5 juta karena kaca bagian depan mobil tersebut pecah.
Kasus kejahatan yang melanggar ketentuan Pasal 406 KUHPidana tentang pengrusakan sesuatu barang tersebut, kini tengah dilakukan penyelidikan pihak Polsek Prabumulih Barat setelah kemarin siang (6/2) dilaporkan Sholeh dengan menyebutkan satu orang pelaku dengan memiliki ciri-ciri berperawakan kurus serta memiliki potongan rambut panjang.
Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti SE melalui Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Sofyan Afandi SH ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa yang dialami korban pengguna jalan tersebut. Dikatakan Kapolsek, aksi kejahatan itu terjadi Minggu (28/1) sekitar pukul 03.00 WIB tepat di dekat rel kereta api (KA) Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat.
“Tapi pihak korbannya bersama supir mobil baru membuat laporannya ke Polsek hari ini (kemarin, red). Kemungkinan karena belum sempat langsung melaporkannya ke kita saat itu, mereka baru mendatangi Polsek untuk membuat laporan kepolisiannya tadi,” ujar AKP Sofyan, kemarin.
Kapolsek menjelaskan dalam kejadian pengrusakan yang dialami korban malam itu, bermula terjadi ketika Sholeh Daud yang mengendarai tronton di Jalan Jenderal Sudirman tersebut melintas dari arah Pasar menuju ke arah Tugu Nanas, Patih Galung.
“Pada saat pelapor melintas di lokasi TKP tersebut, kemudian tiba-tiba kaca depan sebelah kanan mobil yang dikendarainya itu pecah. Dan saat itu juga, pelapor langsung melihat kalau si pelaku ini datang dari arah rel kereta api yang juga didapati pelapor dengan ciri-cirinya kurus dan berambut panjang,” kata dia.
Namun sayangnya, kata Sofyan, kejadian itu baru dilaporkan oleh pihak korban kemarin siang, sehingga pihaknya pun mengalami sedikit kesulitan untuk melakukan penyelidikan terhadap pelakunya itu. “Kita akan berusaha melakukan penyelidikan kasus ini semaksimal mungkin,” sebutnya seraya mengaku jika kejadian serupa sebelumnya pernah terjadi di lokasi TKP yang sama.
Ia pun menegaskan, tindak kejahatan tentang pengrusakan ini dapat dijerat dengan ancaman hukuman pidana paling lama 2 tahun 8 bulan kurunan penjara bagi para pelakunya. “Saya pun mengimbau kepada warga masyarakat Prabumulih, bila mengetahui kejadian atau mengalami menjadi korban kejahatan, hendaknya cepat melaporkannya ke polsek terdekat atau memberitahukannya ke petugas kepolisian, sehingga penyelidikannya pun lebih cepat dilakukan,” imbuhnya.
Sementara itu, Sholeh Daud dihadapan penyidik mengaku sesaat setelah kejadian itu ia pun terlebih dahulu memberitahukannya ke pihak pimpinannya atau pemilik kendaraan tronton perusahaan tempatnya bekerja itu. Sehingga, untuk membuat laporannya ke Polsek tersebut, ia pun didampingi pihak perusahaan baru dapat mendatangi Mapolsek kemarin itu.
“Saya sempat terkejut waktu kejadian itu, tiba-tiba saya lihat kaca depan pecah. Pelakunya saya lihat satu orang yang keluar dari semak-semak pinggir rel kereta lalu melemparkan batu ke arah mobil saya itu, tapi untungnya banyak kendaraan lain yang lewat sewaktu saya teriakin, pelaku langsung kabur,” tandasnya. (07/go)

News Feed