oleh

Jokowi Temui Perangkat Desa yang Ingin Demo di Istana

-Nasional-220 views

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menemui puluhan ribu anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Istora Senayan, Jakarta, Jakarta, Senin (14/1).

Sebelumnya, para perangkat desa ini akan berdemo di istana menuntut perbaikan kesejahteraan dan pengangkatan mereka menjadi PNS. Berpakaian kemeja putih bercelana hitam, Jokowi disambut riuh oleh para perangkat desa dari seluruh Indonesia. Mereka juga memanggil nama-nama Mantan Walikota Solo.

Di belakang rombongan, tampak hadir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Hadir juga Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafrudin, dan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. Bersama rombongan, Jokowi menyempatkan berbaur bersama dan menyalami para perangkat desa.

“Peraturannya kan sudah rampung. Lalu saya dengar, ini kok malah ada yang mau demo di Istana? Itu gimana,” kata Jokowi sembari menyalami perangkat desa.

Tak ada panggung dalam pertemuan itu. Sejumlah perangkat desa duduk lesahan, sementara Jokowi berdiri setara dengan microphone. Jarak tempat Jokowi berpidato dan mereka hanya beberapa meter saja. Riuh-riuh terdengar para aparat desa menagih janji aparatur sipil negara (ASN) yang rencananya akan direaliasaikan presiden ketujuh Indonesia tersebut.

“Kapan kami diangkat jadi PNS pak,”tanya mereka. Pertanyaan itu dibalas dengan senyuman. Dalam sambutanya, Jokowi menegaskan pemerintah telah memutuskan bahwa perangkat desa di seluruh Indonesia akan segera menikmati perbaikan kesejahteraan. Penghasilan tetap perangkat desa disetarakan dengan (PNS) golongan IIA dengan memperhatikan masa kerjanya.

“Sudah saya perintahkan, paling lama dua pekan ini PP (peraturan pemerintah-red) nya nomor 43 dan 47 akan segera direvisi,” ujar Presiden. Pernyataan tersebut langsung disambut riuh para perangkat desa.

Peraturan yang dimaksud adalah PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang telah diubah dengan PP Nomor 47 tahun 2015. Selain itu, Presiden juga menginformasikan bahwa seluruh kepala desa dan perangkat desa diberikan BPJS. Saya dapat informasi bahwa BPJS akan diberikan seluruh kepala desa dan perangkat desa, ujarnya.

Jokowi juga sempat bergurau mengenai demo para perangkat desa. Menurutnya, alangkah baiknya jika demo tersebut diubah seperti pertemuan tersebut. “Nggak usah demo kan lagi musim hujan, nggak baik buat kesehatan. Lagian kan baiknya seperti ini, makanya kita berkumpul di Istora Senayan,” terangnya.

Dalam pidatonya, Jokowi ikut merinci anggaran alokasi dana desa oleh pemerintah sejak tahun 2014. Pada tahun 2014, anggara dana desa Rp 20,7 triliun di tahun 2014. Kenaikan dilakukan pada tahun 2015,pemerintah mengeluarkan Rp 47 triliun untuk anggaran dana desa. Hingga kini, jumlah dana desa yang diberikan pemerintah masing-masing sebesar Rp 60 triliun.

“Selain jalan, ada pasar desa yang dibangun, ada pula jembatan. Jadi saya berterima kasih kepada bapak ibu perangkat desa atas kerjakerasnya membangun desa,” terangnya.

Sementara, Ketua Umum PPDI Mujito mengatakan pertemuan ini adalah menjawab tuntutan PPDI untuk mendapatkan penghasilan setara ASN. “Kita dengar bersama, bapak Presiden sudah siap menelurkan peraturan pemerintahnya,” ujarnya.

SETELAH DESA TUKIN PNS IKUT NAIK
Selain menaikkan kesejahteraan perangkat desa, Jokowi juga segera melakukan pembenahan dalam meningkatkan kesejahteraan para ASN. Salah satunya, kenaikan tunjangan kinerja (tukin) tahun ini. Hal itu ditegaskan oleh Menpan RB Syafrudin saat ditemui usai pertemuan dengan PPDI di Istora Senayan. Dikatakannya, rencan ini masih menunggu kajian dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Ya naik. Kita sudah rencanakan itu dari tahun kemarin. Pembahasannya sudah rampung di kita (Kemenpan-RB) tapi masih menunggu restu dari Kemenkeu. Sementara ini, tukin untuk kementerian atau lembaga sudah kita sesuaikan, lalu tukin pemerintah daerah juga ada,”katanya.Dia mengatakan kenaikan tukin paling tinggi 90 persen. (FIN/tgr)

News Feed