oleh

Jodie-Nganda BGP 2019

PRABUMULIH – Jodie Wahyu P, dan Nganda Nianda P dinobatkan sebagai pemenang Bujang Gadis Prabumulih (BGP) 2019. Lalu, Wakil I, Adib Anggara dan Sherlyn Adita G. Wakil II, Awang Kurniawan dan Eriena Fitriani. Bujang dan Gadis Persahabatan, Agil Al Farizi dan Reka Selviana. Bujang dan Gadis Berbakat, Arjun King A dan Nissa Arsyta. Terakhir, Bujang dan Gadis Favorit, Arung Abay dan Anabila.

Penentuan pemenang atau juara Pemilihan BGP, sudah menjadi pertimbangan matang para dewan juri. Terdiri dari; Mulyadi SPd MSi, Prima Ramadhani SSOS, dan Hernita Agustini. “Penilaian kita lakukan didasari tiga hal, seperti intelektual. Lalu bakat seni, penampilan, etika, dan kepribadian,” ujar Juri.

Sambungnya, selain juga ditambah poling yang dilaksanakan selama tiga hari. Khususnya, untuk memilih BGP terpavorif. “Poling dilakukan tiga hari sebelum malam ini (Gran Final, red). Para juara memang yang terbaik dari 10 finalis, telah masuk babak Gran Final,” tukasnya.

Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM mengapresiasi penyelenggaraan Pemilihan BGP tahun ini. Begitu dahsyatnya situasi di malam Gran Final menarik perhatian orang nomor satu di Kota Nanas. Apalagi, melihat kemeriahan dan ramainya Gedung Kesenian Pendopoan Rumah Dinas (Rumdin) Walikota (Wako), menandakan penyelenggaraan BGP berjalan dengan sukses.

“Para finalis BGP, cantik dan ganteng. Kita harapkan, juara BGP malam ini (Sabtu malam, red) merupakan yang terbaik dari berbagai sudut. Tidak hanya cantik dan ganteng saja, tetapi baik akhlaknya. Pintar orangnya, berbudi luhur, dan lainnya. Itu memang layak jadi juara,” aku Ridho, sapaan akrabnya ketika menyampaikan sambutannya.

Suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu, para BGP harus menonjolkan potensi daerah Bumi Seinggok Sepemunyian ini yang tidak dimiliki daerah lain, sehingga dikenal dan orang mau datang ke Kota Minyak dan Gas (Migas) ini.

“Meski Prabumulih tidak punya laut dan gunung, patut kita syukuri. Ambil hikmahnya saja, itu tugas BGP untuk menonjolkan potensi daerah sebagai duta wisata,” jelas ayah tiga anak ini.

Kata adik Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel) ini, agar Prabumulih ramai. Pemerintah kota (Pemkot) telah berupaya membangun, salah satunya pendirian Politeknik Energi Mineral Akademi Minyak Gas (PEM AKAMIGAS), rencananya pada 2020 direalisasikan. Lalu, membangun flyover Patih Galung, panti rehab narkoba di Desa Tanjung Telang, dan lainnya.

“Adanya hal itu, jelas membuat Prabumulih lebih ramai. Kita tidak perlu memaksakan potensi pariwisata yang tidak dimiliki kota ini,” tambahnya. Sementara itu, ia berpesan, kalau para juri bersikap adil dan memberikan penilaian pada ajang tersebut. Kata dia, jangan racuni BGP dengan istilah titipan.

“Prestasi dimiliki memang harus benar-benar layak. Yang juara merupakan paling terbaik, kalang menang itu biasa. Kalah, artinya kemenangan tertunda. Koreksi dan evaluasi diri, kita yakin ke depan bisa jadi pemenang alias juara,” sebut pria asal Ogan Ilir (OI) ini.

Sambungnya, juara Pemilihan BGP ini. Akunya, punya tanggung jawab untuk mempromosikan potensi daerha. “Agar dikenal masyarakat luar, kemudian membuat Prabumulih menjadi ramai,” akunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Pariwisata (DKOP), Joko Firdaus SPd menerangkan, kalau ajang tersebut sengaja digelar untuk mengali bakat BGP guna menjadi duta pariwisata kota ini.

“Hasil Pemilihan BGP ini, bakal mewakili Prabumulih di ajang Putra Putri Sriwijaya (PPS) di Provinsi,” kata Joko. Sambungnya, kalau malam Grand Final ini, penentu siapa yang layak mewakili Prabumulih di ajang regional. “Keduanya, yaitu Jodie Wahyu P dan Nganda Nianda P pemenang BGP tahun ini. Keduanya berhak atas piala, hadiah, dan penghargaan telah disiapkan kita dan para sponsor,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed