oleh

Jika Reaktif Hasil Rapid, Langsung Isolasi dan Swab

-Metropolis-23 views

PRABUMULIH – Pemerintah kota (Pemkot) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) memenuhi janjinya. Dimana melakukan rapid test pedagang di PTM II dan sekitarnya.

Rapid test ini sendiri, sebagai langkah pencegahan atau deteksi dini penyebaran Covid-19 di Kota Nanas ini. Apalagi, sekarang ini Prabumulih zona keluar dari zona merah dan berada di zona hijau.

Pantauan Prabumulih Pos, Rabu (17/6) rapid test dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Elman ST MM bersama Asisten I Drs Aris Priadi SH MSi dan Asisten III HM Rasyid SAg MM, Kadinkes dr H Happy Tedjo MPH dan lainnya.

Tedjo mengatakan, kalau rapid test dimulai pukul 05.00 WIB tersebut dilakukan secara dadakan dan cepat, pedagang pasar di rapid test dilakukan secara acak.

Hal itu, kata dia, sebagai deteksi dini dan antisipasi Covid-19 di Pasar Inpres, khususnya PTM karena rawan penyebaran Covid-19.

“Kita tengah menunggu hasil rapid test dilakukan Labkesda, kalau hasilnya reaktif. Pedagang langsung isolasi, dan ditindaklanjuti dengan swab. Untuk memastikan, pedagang tersebut terpapar atau tidak Covid-19 tengah pandemik sekarang ini,” sebut Tedjo kepada awak media, kemarin.

Masih kata dia, rapid test terpaksa dilakukan, karena sejumlah pedagang ada tidak patuh terhadap protokol kesehatan ketika berjualan, dan hal itu rawan terpapar Covid-19.

“Untuk memutus mata rantai Covid-19, protokol kesehatan harus benar-benar dipatuhi. Khususnya, memakai masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan, dan lain-lainnya,” tukasnya.

Sementara itu, Sekda, Elman ST MM menjelaskan, meminta pedagang mematuhi protokol kesehatan dalam berjualan. Hal itu, tidak lain untuk menjaga Prabumulih tetap zero kasus dan sekarang ini berada di zona hijau.

“Silakan berjualan, tetapi protokol kesehatan harus benar-benar dipatuhi dan ditaati. Sehingga, tidak ada lagi warga Prabumulih terpapar. Prabumulih zero kasus dan sudah kembali hijau, harus dipertahankan,” tegasnya.

Dengan rapid test ini, kata Elman, jika ada terindikasi reaktif bisa dilakukan penindakan dan ditangani dengan cepat. “Kalau cepat penanganan dan penanggulangannya, Covid-19 tidak cepat menyebar dan mata rantainya bisa diputus supaya tidak timbul cluster baru,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed