oleh

Jembatan Bulu Itam Terancam Putus

MUARA DUA – Jembatan Sungai Bulu Itam yang berada di jalan Tenggamus, RT 03, RW 01, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur terancam putus, setelah pagi (11/4) kemarin bagian sisi kiri jembatan mengalami abrasi usai diterjang aliran air deras.

Kondisi makin mengkhatirkan setelah satu tiang besi berukuran cukup besar-yang merupakan salah satu penyangga jembatan-ditemukan patah.

Dan jika tak diperbaiki segera, bukan tidak mungkin kerusakan jembatan sepanjang 13 meter dengan lebar 10 meter ini akan bertambah parah bahkan membuat jembatan dan akses dari Muara Dua ke Kelurahan Karang Jaya dan jalan Lingkar Timur terputus.

“(Kerusakan) ini karena adanya pengaruh dari volume dan terjangan air yang kuat di sekitaran jembatan. Karena memang semalam hujan lebat dan membuat volume air meningkat drastic,” ujar Lurah Muara Dua, Muslim SE dibincangi saat meninjau kondisi jembatan kemarin pagi.

Ia menjelaskan, kerusakan juga disebabkan karena pinggiran sungai yang tahun lalu dilakukan normalisasi belum sempat dipasang talud. Sehingga ketika air deras datang menerjang, tanah di pinggiran sungai tergerus dan mengalami abrasi.

“Lama kelamaan, ya sudah jelasnya tanah yang ada di sekitar jembatan itu menjadi erosi sampai longsor ke bagian tanah penyangga tiang jembatan hingga akhirnya terjadi seperti ini,” jelasnya.

Ketua RT 03 Jauhari menambahkan, pemerintah kota (pemkot) harus segera melakukan perbaikan terhadap jembatan yang sudah dibangun sejak sekitar 20 tahun tersebut. Atau kerusakan lebih parah akan terjadi.

“Ini merupakan jalan umum yang bukan hanya digunakan masyarakat di kelurahan kita saja untuk berbagai aktivitas seperti ke kebun, tetapi juga digunakan oleh masyarakat lainnya. Yang perlu kita fikirkan juga adalah anak-anak sekolah yang setiap hari melintas di sini. Kalau jembatan sampai putus kasihan mereka harus memilih jalan lain yang jauh,” terangnya.

“Bisa-bisa jadi jika malam ini kembali hujan. Ya, kita prediksikan jembatan sungai andalan warga itu akan mengalami putus total,” akunya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir M Supi mengatakan, pihaknya akan menurunkan segera petugas ke lapangan untuk mengecek seberapa parah kerusakan jembatan tersebut.

Namun ia tidak bisa memastikan apakah jembatan tersebut bisa diperbaiki secara permanen dalam waktu dekat, karena ketidaktersediaan anggaran saat ini.

“Sudah jelas kerusakannya, baru nantinya akan kita lakukan perbaikan sementara. Untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Kalau untuk perbaikan permanen dilakukan menunggu anggaran. Kemungkinan, bisa dimasukkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan atau ABT (Anggaran Belanja Tambahan),” ucapnya kemarin (11/4).

Sementara itu, Anggota DPRD Ali Ibrahim mendesak Dinas PUPR untuk segera menurunkan petugas untuk meninjau lokasi dan melakukan perbaikan sementara. Ia menerangkan, kalau penyebab ambruknya jembatan buluh itam tersebut. Dikarenakan, ada reklamasi sungai tahun lalu. Sehingga, diduga aliran air yang cukup deras tak mampu dibendung tanah dibawah jembatan.

“Sehingga, akhirnya ambruk sebagian tersebut. Karena, jika dibiarkan jelas jalan dan jembatan di lokasi tersebut bisa ambruk. Tentunya, akses transportasi masyarakat khususnya dari Karang Jaya dan Jalan Lingkar menuju Muara Dua akan terputus,” ujarnya.

Sambungnya, jika akses jalan terputus. Maka, akan merugikan masyarakat dan ini harus menjadi perhatian serius Pemkot melalui Dinas PUPR.

“Kita ingatkan, jangan sampai ambruk dahulu. Baru ada perbaikan, jelas akan menganggu akses transportasi masyarakat namanya,” pungkasnya. (Mg02/06)

News Feed