oleh

Jembatan Air Manau, Penyambung Asa Warga Bakaran

-Metropolis-364 views

Jembatan memiliki fungsi penting sebagai penghubung atau akses transportasi masyarakat. Atas dasar itulah PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 Prabumulih Field melakukan perbaikan Jembatan Air Manau, Kecamatan Prabumulih Selatan.

————————

CUACA cukup cerah. Waktu menunjukan pukul 07.10 WIB. Langit mulai kebiru-biruan, seperti biasanya aktivitas masyarakat cukup padat melintasi jembatan tersebut. Memang ada perubahan padat jembatan penghubung tersebut.

Perubahan kentara terlihat pada Minggu (25/11). Terutama setelah dibangunnya jembatan tersebut. Tadinya, hanya jembatan pipa yang umurnya sudah puluhan tahun dan sudah berkarat. Bahkan sudah diperbaiki beberapa kali.

Berbeda sebelumnya, sejumlah kendaraan melintas terpaksa hati-hati melintasi jembatan pipa. Sekarang, jembatan Air Manau sudah berubah total setelah dibangun perusahaan pelat merah. Jalan mulus, jembatan beton dan bagus.

Dicat warna warni, seperti khasnya warga PEP Asset 2 menambah keindahan Jembatan Air Manau, baru selesai dibangun dan telah dimanfaatkan warga sebagai jalur transportasi.

Sementara itu, bagi PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 Prabumulih Field, pembangunan jembatan sepanjang 14,7 meter dan lebar 7,8 meter tersebut bagian dari program Corporate Social Responsibilty (CSR). Bentuk kontribusi nyata perusahaan, khususnya pembangunan infrastruktur struktur guna mendukung program pemerintah.

Proyek pembangunannya dikerjakan PT Rambang Mandiri selama 387 hari, kini telah selesai dan sudah difungsikan sebagai akses transportasi bagi masyarakat.

“Semenjak diresmikan belum lama ini, jembatan penghubung perusahaan bangun. Telah difungsikan warga, tadinya jembatan tersebut hanya jembatan pipa saja. Namun karena sudah lama umurnya,” kata Setyo Puji Hartono, pria yang menjabat Asmen Legal And Relation (LR) mewakili Field Manager (FM) Prabumulih, Heragung Ujiantoro.

Pria yang pernah mengabdi cukup lama di PEP Asset 2 Limau Field, harapannya tak lain dibangun jembatan beton untuk memperlancar akses transportasi dan penyambung asa bagi warga Bakaran dan sekitarnya.

“Lancarnya akses transportasi masyarakat, harapannya mendongkrak ekonomi di sekitar jembatan tersebut. Apalagi, selama pembangunan khususnya kendaraan roda empat harus memutar jauh. Sementara, kendaraan roda dua tetap bisa melintas di jembatan darurat disiapkan,” ceritanya.

Jembatan air manau ini, bukan kali pertama dibangun PEP Asset 2 Prabumulih Field. Karena, sebelumnya pernah membangun jembatan serupa di Kelurahan Karang Raja beberapa tahun silam.

“Jembatan Kelurahan Karang Raja, ambrol dihantam hujan. Tak jauh berbeda dengan Jembatan Air Manau, lalu dibangun jembatan beton baru lebih kokoh dan kuat. Sekarang ini, jadi akses transportasi bagi masyarakat Kelurahan Karang Raja. Dananya pun sama, kita kucurkan lewat program CSR,” aku ayah tiga anak ini.

CRS perusahaan sendiri, sebutnya tidak hanya pembangunan jembatan, tapi juga jalan, jalan cor beton Talang Djimar dan Jalan Nigata. Salah satunya, dibangun menggunakan dana CSR perusahaan.

“Jalan cor beton Talang Djimar sendiri, telah lama dibangun dan kini sebagai akses perusahaan dan juga masyarakat. Sedangkan jalan cor beton Nigata bertahap terus dibangun. Sekarang ini, baru sekitar 2,3 KM sudah dicor,” beber Setyo, begitu sapaan akrabnya.

Tahun depan pun, menurutnya pembangunan Jalan Nigata tersebut. Akan terus berlanjut, sehingga mulus dan warga tidak akan merasakan jalan hancur ketika hujan tiba. “Sama dengan pembangunan jembatan, pembangunan jalan juga memperlancar akses ekonomi masyarakat,” bebernya.

PEP Asset 2 Prabumulih Field, tidak hanya ditugasi untuk mencari minyak dan gas (migas) di Prabumulih sebagai salah satu wilayah produksinya. Tetapi juga, punya tanggung jawab sosial terhadap lingkungannya.

“Berbagai bidang, PEP Asset 2 Prabumulih Field lewat program CSR memberikan kontribusi kepada warga sekitar perusahaan. Sehingga, keberadaan perusahaan benar-benar dirasakan warganya,” harapnya.

Tokoh masyarakat, H Wage mengapresiasi pembangunan Jembatan Air Manau ini. Kontribusi nyata perusahaan tersebut, sudah sewajarnya karena selama ini wilayah Prabumulih sebagai salah satu kota penghasil Migas.

“Pertahunnya, berapa ton migas diambil di kota ini. Sudah selayaknya, CSR dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat di sekitar perusahaan,” ucap Wage di kalangan warga Sukaraja cukup dikenal.

Program CSR ini, harapnya harus terus berlanjut sehingga dampaknya terus dirasakan warga di sekitar perusahaan. “Jika dibanding Migas diambil, program CSR ini seper berapanya. Tetapi memberikan dampak positif bagi warga di sekitar perusahaan. Kita sadari, memang selama ini perusahaan cukup gencar mengucurkan program CSR dalam berbagai bentuk,” beber kakek bercucu banyak.

Khusunya, CSR non infrastruktur. Kata dia, pembinaannya harus rutin dan tidak hanya sekali lewat. Jangan hanya, pemberian dana hibah saja. Tetapi, lebih kepada mendongkrak kemandirian dan kesejahteraan bagi warganya. “Sebelumnya, Pertamina juga membangun masjid di Bakaran ini. Kalau non infrastruktur, CSR diberikan harus berkelanjutan,” tutup pria paru bayah ini.

Hasrul Hanes, Camat Prabumulih Selatan mengharapkan CSR perusahaan terus berkelanjutan. Sehingga manfaat dan keberadaan perusahaan terus dirasakan warga di sekitar perusahaan itu sendiri.

“Kita akui, kontribusi PEP Asset 2. Sangat banyak, tidak hanya dalam bentuk infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Kita harapkan, bisa terus bersinergi dengan Pemerintah kota (Pemkot) untuk mensejahterakan masyarakat. Mendukung program Pemkot, untuk memajukan kota ini,” beber Mantan Sekretaris Camat (Sekcam) Prabumulih Selatan.

CSR pembangunan Jembatan Air Manau itu sendiri, diapresasi olehnya. Lantaran, sangat menunjang kebutuhan masyarakatnya. Mendorong memperlancar jalur transportasi dan juga ekonomi warganya, apalagi tadinya hanya jembatan pipa. Sekarang ini, sudah beton. “Karena, sudah dibangun jembatan tersebut. Harus dijaga dan dipelihara, apalagi butuh dana besar untuk membangunnya,” pungkasnya. (Andrian Purja)

News Feed