oleh

Jelang Porprov, Evaluasi Atlet

PRABUMULIH – Prabumulih terpilih menjadi tuan rumah pekan olah raga Provinsi (Porprov) Sumsel pada 2019 nanti. Ini didasarkan Surat Keputusan (SK) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel yang diterima KONI Prabumulih.
Bagaimana dengan persiapan sendiri? selaku ditunjuk tuan rumah, kota ini mau tidak mau harus mempersiapkan apa yang dibutuhkan. Sekaligus persiapan atlet. Setidaknya ada sekitar 30 atlet telah dilakukan pemusatan latihan oleh KONI.
Kesemuanya berasal dari 11 cabang olahraga di bawah naungan KONI. “SK sudah kita kantongi selaku tuan rumah Proprov 2019,” terang Ketua Harian KONI, Joko Firdaus SPd kemarin (18/9). Menurutnya, salah satu persiapan adalah mengenai atlet. Dengan ditandai pemusatan latihan sejak pertengahan Agustus lalu.
Bebernya, kesebelas cabor atletnya yang mengikuti pemusatan latihan, masing-masing Atletik, Tinju, Renang, Catur, Silat, Taekwondo, Tenis Meja, Bulutangkis, Sepeda, Bilyar, dan Karate.
“Harapan kita atlet ini nantinya bisa mengukir prestasi diajang bergengsi tersebut (Porprov, red). Apalagi, target kita masuk 5 besar sebagai tuan rumah Proprov yang diselenggarakan tahun depan,” ujar Joko, begitu sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, pemusatan latihan atlet ini akan dievaluasi setiap 3 bulan. Rencananya, Nopember nanti dilakukan evaluasi. Apakah hasil latihan yang dilakukan dan diikuti atlet menunjukkan perkembangan atau tidak, sehingga upaya yang dilakukan tidak sia-sia.
“Kalau tidak ada perkembangan, atlet perwakilan cabor yang dilakukan pemusatan latihan tersebut, bisa kita hentikan. Ikut pemusatan latihan dan kita cari yang lain,” tegasnya. Langakh ini agar hasil yang dicapai benar-benar maksimal. Terpenting lagi mampu mengejar target medali yang ditetapkan.
Joko menilai, selama ini KONI telah memberikan dana pembinaan kepada cabor dibawa naungannya. Kalau tidak salah, menurutnya ada 23 cabor. “Dana hibah itu kita salurkan ke cabor merupakan bantuan Pemkot setiap tahunnya. Kita harapkan dengan dana hibah yang disalurkan, bisa mendorong cabor untuk meningkatkan prestasi atlet yang dimilikinya,” bebernya.
Sambungnya, KONI sendiri mendapatkan dana hibah dari Pemkot setiap tahunnya berkisar Rp 700 juta. “Besaran dana yang disalurkan ke cabor, bergantung dengan prestasi dihasilkan cabor itu sendiri,” pungkasnya.
Terpisah, Ketua Umum KONI, HM Daud Rotasi SSos menambahkan, soal tuan rumah Porprov akan berkordinasi dengan KONI Provinsi. Selain itu juga, jadi atau tidaknya sebagai tuan rumah bergantung dengan Wali Kota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM. “Secepatnya akan kita kordinasikan dengan Pak Ridho, sebagai Wako untuk pelaksanaan Porprov 2019,” tukasnya.
Nah, ia tidak memungkiri kalau sekarang ini pemusatan telah dilakukan sejak awal Agustus. Yakni 30 atlet dari 11 cabor telah dilatih dengan maksimal, supaya bisa mengukir prestasi. “Harapan kita, 11 cabor yang atletnya kita bisan bisa mengukir prestasi. Dan target 5 besar yang telah ditetapkan bisa terwujud,” bebernya.
Sementara itu, pembinaan atlet di setiap cabor selalu ditekankan. Karena menurutnya itulah yang utama bagi kota ini. “Paling penting memang pembinaan atlet, supaya setiap atlet bisa mengukir prestasi dan membanggakan dan mengharumkan nama kota ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD H Ahmad Palo SE mengatakan, dewan sangat mensuport pembinaan maupun pembibitan atlet. Dimana DPRD telah menganggarkan dana untuk pembinaan atlet.
“Untuk pembinaan maupun bibit-bibit atlet kita sudah berikan porsinya. Sudah kita anggarkan walaupun mungkin ada keterbatasan anggaran yang serba kekurangan,” kata ketua DPC PPP ini.
Istri Hj Rusni Palo SH ini menyampaikan, melalui anggaran yang ada diharapkan dapat digunakan dengan maksimal. “Ada yang melalui pengurus cabang masing-masing, melalui KONI kita berikan. Dan ada juga atlet semacam kegiatan yang dilakukan oleh diknas, itu juga kita alokasikan anggaran,” ujarnya.
Disampaikan Palo, dari beberapa cabang olahraga (cabor) yang aktif dalam pembinan atlet. Sementara adapula beberapa cabor yang tak begitu aktif. “Melihat hal kami akan memberikan masukan bahwa nanti ada pengurus cabang yang memang porsinya harus diberikan lebih, karena kegiatannya kita lihat aktif,” imbunya. Ia menambahkan ada pula sebaliknya tidak begitu aktif dalam pembinaan atlet, tentu ini akan dlakukan evaluasi secara bersama. (03/08)

News Feed