oleh

Jaringan MIT Pakai Taktik Gerilya

JAKARTA – Pengejaran kelompok Ali Kalora membuahkan hasil. Polisi berhasil mengantongi identitas 10 orang anggota teroris Majelis Indonesia Timur (MIT) yang masih berkeliaran di Gunungbiru, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Selain jumlah personel, polisi juga menerima keterangan bahwa kelompok ini hanya dipersenjatai tiga pucuk senapan laras panjang dan pendek.

Keterangan itu didapat dari saksi kunci yang sudah diamankan polisi. Hal itu terungkap dari Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di Aula Mabes Polri, Kamis (4/1).

Diketahui, kelompok yang dipimpin Ali Kalora masih berkeliaran. Mereka adalah sisa dari kelompok militan Islam yang berbasis di Poso, Sulawesi Tengah. Semenjak Santoso alias Abu Wardah tewas dalam penyergapan aparat keamanan usai Bom Sarinah, Januari 2016 lalu.”Ini bukan hanya pengejaran, tapi juga akan kita sisir hingga ke dalam hutan,” ujar Dedi.
Dari keterangan saksi, kelompok ini juga pernah memenggal kepala Ronal Batau alias Anang (34), seorang penambang emas dan petani di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (30/12/2018). Lokasi kejadianya berada di tepi kawasan hutan. “Kita tidak mau gegabah dalam meringkus kelompok ini,” terang Dedi.

Dedi mengakui, Tim Satgas Tinombala yang diterjunkan ke lokasi hingga saat ini belum berhasil menangkap satupun anak bauh Ali Kalora. Dedi menuturkan, dalam aksi pembunuhan itu dapat diketahui, bila kelompok ini paham dengan strategi perang gerilya. Dimana, mereka sengaja membuat kelompok kecil-kecil sebab, tak mungkin sepuluhnya melakukan eksekusi. Melainkan, lima melakukan aksinya, lima lagi jadi parimeter untuk mengawasi. ” Cara dan strategi ini kerap dilakukan dalam perang gerilya, dan mereka paham. Maka dari itu kita pun melawannya dengan counter anti gerilya,” tandasnya.

Sebelumnya, polisi telah menduga pelaku mutilasi penambang emas adalah kelompok MIT. Pada Senin (31/12/2018), dua anggota polisi Polres Parigi Moutong tertembak setelah terjadi kontak senjata di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong.Aksi saling tembak ini terjadi setelah polisi mendatangi TKP tempat mutilasi tersebut.
Kapolres Parigi Moutong AKBP Zulham Efendi Lubis menuturkan, kejadian ini berlangsung sehari setelah mayat korban ditemukan. “Anggota kami dua yang terluka, tak jauh dari TKP. Mereka diserang lebih dulu oleh kelompok bersenjata yang memang memantau TKP,” tandasnya. (mhf/fin/tgr)

News Feed