oleh

Jangan Bandingkan Anak dengan Orang Lain

NAMA M Abdal Wazai Asa Fahri di Kota Prabumulih makin di kenal. Betapa tidak siswa kelas 8 SMP Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN)  Prabumulih ini memiliki keberanian dan keahlian dalam mengaji, meski sebagai penyandang disabilitas tuna netra.

Dengan dukungan orang tua, yang selalu menemani, makin membuat Abdal semangat dalam meraih prestasi. Sebelumnya Abdal berhasil menjadi juara 3 di tingkat Provinsi dalam acara Musabaqoh tilawatil Quran, yang merupakan Qori di Kota Prabumulih, kemarin berhasil menjadi juara 2 dalam lomba Adzan secara virtual yang dilaksanakan oleh Ikatan Dakwah Indonesia (IKADI) Kota Prabumulih, yang bekerjasama dengan harian umum Prabumulih Pos dan Radio Pentas Prabumulih.

“Jangan bandingkan anak kita dengan orang lain, semua orang memiliki potensi masing-masing , setiap anak memilki rejeki masing-masing. Kewajiban orang tua adalah mendukung potensi anak dibidangnya, dan kembangkan potensi anak sesuai kemampuan yang dimilikinya,” jelas Ibu Abdal, Fida saat dibincangi Koran ini disela acara babak final yang dilaksanakan di Kantor harian Umum Prabumulih Pos, Rabu (18/11/2020).

Menurut ibunya, Abdal memiliki kembaran yang bernama Abdan, kini sekolah di Madrasah ALiyah Negeri Prabumulih. Awalnya Abdal dan Abdan tidak ada beda sejak lahir. Abdal diketahui berbeda dengan Abdan di usia 4 bulan. Abdal tidak merespon saat diperlihatkan mainan, dan lebih respon dengan suara.

Saat dibawa ke Rumak Sakit, Abdal dinyatakan akan menjadi tuna netra. Meski sempat syok, namun kami tetap selalu bersyukur. Sejak kecil  abdal sering duduk di pinggir pintu mendengarkan suara orang mengaji dan Adzan setiap kali menjelang shalat.

“Kita kebenaran tinggal dekat Mushola, dan selalu membaca surat Yaasin setiap mala jumat. Abdal hafal 83 ayat dalam surat yaasin di luar kepala. Saat itulah kami selalu mendukung dan mengembangkan potensinya,” tutur istri Zulfahri ini.

Kini abdal yang merupakan pendengar setia Radio Pentas Prabumulih ini, sedang mengikuti kelas tahfiz AL Malik, bahkan sudah masuk 10 jus, pria ini mengaji di banyak tempat. Namun sejak berada pada masa pandemi, dia  setoran ayat melalui whats app. “Aku ingin Abdal juga bisa kuliah seperti anak normal lainnya. Harapannya agar semangatnya tetap ada. Karna abdal hanya memiliki keterbatasan penglihatan, selebihnya semuanya sama seperti  orang normal biasa,” tandas pemilik usaha Fida Busana di Karang Raja 1 Prabumulih Timur ini.(05)

 

 

Komentar

News Feed