oleh

Jangan Ada Cabor Anak Emas, Semua Cabor Punya Keunggulan Sendiri

PRABUMULIH – Kejadian atlit, tidak mendapatkan perhatian dari KONI sebagai induk organisasi olahraga di Prabumulih khususnya sering kali terjadi. Dan itu, mendapatkan sorotan dari Anggota DPRD asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Evi Susanti SE.

Ia mengatakan, setiap cabor punya keunggulan masing-masing. Sehingga, tidak ada istilah cabor anak emas dan juga cabor anak tiri.

Saya berharap ke depannya, KONI Prabumulih harus memberikan perhatian kepada seluruh cabor dibawah naungannya. Seperti jika mengikuti lomba Kejurda, baik itu tingkat provinsi hingga nasional. Hendaknya, memberikan support berupa sarana akomodasi dan transportasi,” ujar Ketua Komisi I DPRD ini kepada awak media, akhir pekan ini.

Sambung, masalahnya dibawah ini nama Prabumulih. Kalau juara, jelas Prabumulih akan bangga atas prestasi ditelurkan para atlitnya.

“Kejadian dialamai Azahrs Ummul Aulia, petenis meja muda asal Prabumulih ini hanya salah satunya saja. Ia mencari bantuan sendiri, untuk biaya akomodasi dan transportasi. Sebagai, pencinta olahraga jelas saya peduli dan alhamdulillah bisa memberikam support. Dan, mengucapkan selamat atas prestasi diraihnya. Dan, harus dipertahankan dan ditingkatkan. Apalagi, Azahrs berangkat bersama sang ayah, juga didapuk sebagai Official,” terang Ketua Cabor PBFI Prabumulih ini.

Sebagai Komisi I DPRD, juga mitra DPOK terkait hal itu nantinya akan memanggil terkait masih minimnya perhatian terhadap olahraga di Prabumulih. “Jangan hanya olahraga tertentu saja diperhatikan, olahraga lain di kesampingkan,” kritik istri Eko Besi ini.

Sebutnya, sebagai wakil rakyat punya fungsi kontrol dan juga pengawasan. Hal itulah, kini dijalankannya untuk memberikan masukan kepada KONI dan juga DPOK. “Ke depan, memberi sarana akomodasi dan transportasi bagi para atlit mengikuti kejuaraan di luar Prabumulih,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua PTMSI, Ir Robin S melalui Ketua Harian, Defri Hartomi SH mengatakan, kalau dana hibah KONI Rp 30 juta tidak memadai biaya operasional PTMSI Prabumulih.

“Belum untuk biaya latihan, honor pelatih dan atlit, biaya berangkat turnamen dan lainnya. Untungnya, kita dibantu Pertamina soal tempat dan gedung latihan,” bebernya.

Masih kata dia, untuk biaya mengikuti turnamen tak jarang harus meminta bantuan perusahaan dan juga Anggota DPRD. “Iya, sekali berangkat turnamen bisa Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Untuk biaya akomodasi dan transportasi atlit dan juga official dan lainnya,” cetusnya. (03)

Komentar

News Feed