oleh

Jalan Tri Sukses Masih Ditutup, Pemerintah Diminta Cari Solusi

PRABUMULIH – Lambannya respon pemerintah setempat, khususnya kecamatan dan kelurahan pasca ditutupnya Jalan Tri Sukses Kelurahan Mangga Besar (Mabes), Kecamatan Prabumulih Utara oleh salah seorang pewakaf tanah, A Taswin Djaie sangat disayangkan sejumlah pihak.
Salah satunya, Wakil Ketua I DPRD, HM Daud Rotasi SSos. Ia mendesak, agar camat dan lurah segera mencarikan solusi agar jalan yang merupakan akses transportasi bagi masyarakat Kelurahan Mabes dan Kelurahan Prabu Jaya bisa kembali dibuka.
“Camat dan lurah, jangan hanya menunggu dan berdiam serta berpangku tangan. Harus ada solusi yang jelas, lakukan pedekatan apa yang diinginkan oleh pewakaf. Kalau dibiarkan akan berlarut-larut dan menjadi masalah besar nantinya,” kritiknya kepada koran ini, kemarin (23/7).
Selain itu, ungkap ayah dua anak mengatakan, keinginan pewakaf harus dipenuhi dan jangan dibiarkan begitu saja. Dan janji-janji yang telah diucapkan juga harus direalisasikan. Sehingga, tidak kembali mengecewakan pewakaf.
“Tidak hanya dibersihkan belaka, tetapi diberikan papan peringatan. Dibuatkan Poskamling dan dijaga masyarakat, dan kalau perlu dipagar bambu untuk menghindari Pembuang sampah di lokasi yang sama,” bebernya.

Kata Politisi Partai Golkar ini menegaskan, segera bukan jalan tersebut. Sehingga, akses jalan tidak terputus dan tidak merugikan masyarkat yang selama ini menggunakannya.
“Jangan dibiarkan berlama-lama, jalan tersebut dibiarkan ditutup. Kepentingan masyarakat, harus menjadi perhatian serius. Dampaknya, jelas akibat jalannya ditutup masyarakat tidak bisa melintas. Akses terputus, warga terpaksa memutar jauh,” kata Sekretaris Partai Golkar Prabumulih.
Daud, begitu sapaan akrabnya mengatakan, soal sampah harusnya jangan dibuang di lokasi tersebut. Apalagi, tanah tersebut bukan milik pemerintah alias milik pribadi.
“Tingkatkan kesadaran masyarakat, buang sampah pada tempatkan. Cari alternatif pembuangan sampah yang resmi, sehingga lokasi tersebut tidak lagi menjadi tempat pembuang sampah (TPS) ilegal,” bebernya. (03)

News Feed