oleh

Jalan Rusak, Prabumulih-Baturaja Rawan Macet

PRABUMULIH – Volume kendaraan meningkat imbas kerusakan jembatan di Mesuji, Kabupaten OKI. Membuat jalan lintas tengah (linteng) kondisinya padat merayap.
Salah satunya terjadi di Jalan Raya Baturaja Prabumulih di Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT). Pantauan koran ini, kondisi jalan yang sebelumnya rusak di sejumlah titik makin parah. Dan, tak jarang dikeluhkan warga.
Apalagi, belakangan rusaknya jalan menjadi pemicu kemacetan di jalan tersebut. Termasuk juga, berdebunya jalanan juga kerap kali dikeluhkan.
Camat RKT, Danal Safri dikonfirmasi meminta Pemerintah Provinsi (Pemkot) untuk segera turun tangan, untuk melakukan perbaikan jalan. Apalagi, volume kendaraan yang meningkat kerusakan makin parah.
“Dan, kita menilai jalan tersebut tidak layak lagi dilewati. Sudah rusak, macet, dan berdebu pula. Jelas menjadi komplain dan keluhan warga melintasinya,” ucap Mantan Lurah Gunung Ibul ini dikonfirmasi awak media, Selasa, 2 Juli 19.
Danal menyebutkan, sebelumnya soal keluhan jalan tersebut telah disampaikan kepada Pemkot. Khususnya, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Harapan kita, Dinas PUPR segera berkordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi untuk segera memperbaiki jalan. Sehingga, tidak terjadi lagi kemacetan dan berdebu di jalan tersebut,” ujarnya.
Hal senada juga dibenarkan Sekretaris Camat (Sekcam), Satria Karsa. Kalau dirinya, merasakan sendiri kemacetan di sejumlah jalan rusak tersebut. “Sudah seminggu belakangan ini, kemacetan terjadi. Setiap kali mau ngantor, juga sempat terjebak kemacetan. Khususnya, di jalan-jalan rusak,” terang Mantan Lurah Tanjung Rambang ini.
Sambungnya, bukan hanya dirinya saja yang merasakan. Tetapi, seluruh warganya juga merasakan dampak kerusakan jalan tersebut. “Jalan tersebut, sudah tidak layak dilewati. Apalagi, kondisi jalan sudah parah. Harus segera diperbaiki,” ucap Satria.
Demikian pula, ungkap Selamet, salah satu pengguna jalan. Kondisi jalan rusak dan macet, membuat perjalanan yang tadinya bisa ditempuh setengah jam. “Bisa lebih, belum lagi debu akibat jalan rusak tersebut,” jelasnya.
Kemacetan sendiri, kata dia, tak jarang terjadi berkilo-kilo. Jelas itu, jumlah merugikan karena memperlambat jarak tempuh. “Kita minta Pemprov memperhatikan hal itu, agar jalan segera diperbaikan hingga mulus. Kemacetan tidak terjadi, debu tidak ada lagi. Apalagi banyak kendaraan berat melintas di jalur tersebut,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed