oleh

Jalan Rusak Picu Kemacetan

PRABUMULIH – Lumpuhnya Jalan Lintas Timur (Jalintim) penghubunng Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)-Lampung, mengakibatkan tingginya intensitas arus lalu lintas di Jalan Lintas Tengah (Tengah) dan jalur alternatif lainnya.
Seperti di Jalan Raya Baturaja-Prabumulih. Sebagai Jalinteng, jalur ini sejak lumpuhnya Jalintim 17 Juni lalu intensitas kendaraan terbiling tinggi. Umumnya yang leintas kendaraan bertonase tinggi dan bis antar kota antar provinsi.
Akibatnya jalur tersebut yang sebelumnya lancar, belakangan kerap macet. terlebih pada sejumlah titik jalan yang alami kerusakan. “Memang jarak tempuh yang belumnya lebih dekat melintasi Jalintim sekarang ini harus mutar ke Jalinteng. Ini berakibat pada biaya atao ongkos dalam perjalanan,” kata Hendra (46) sopir angkutan barang asal Jakarta.
Rencananya ia akan ke Jambi. Terpaksa harus nambah hari karena harus melintas ke Jalinteng. “Kami juga belum begitu faham dengan jalur ini. makanya rombongan. Selain menjaga keamanan, tentunya juga perjalanan lebih tenang. Karena khawatir terjadi kerusakan pada kendaraan,” terangnya.
Sementara pengemudi lainnya mengaku Jalinteng untuk jalur Baturaja-Prabumulih jalannya tak semua mulus. Ada beberapa lokasi yang alami kerusakan. “Kalau dilihat jalan yang alami kerusakan itu berada di Beringin-Prabumulih. Saran kami secepatnya dilakukan perbaikan,” pintanya.
Dinas Perhubungan (Dishub) belum mengetahui pasti, kapan perbaikan jembatan B Way Mesujid diperbaiki permanen. Pasalnya, selagi jembatan tersebut masih rusak. Jelas, jalur lintas tengah yang didalamnya masuk Prabumulih aktivitas angkutan melaluinya bakal terus padat.
Kepala Dishub (Kadishub), Drs Mulyadi Musa MSi melalui Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan, Samsul Feri SE MSi menerangkan, imbas tidak bisa dipungkiri aktivitas angkutan barang atau angkutan berat melalui Prabumulih mengalami kenaikan hingga 50 persen.

“Khususnya malam hari, aktivitas kendaraan angkutan berat melalui jalan Prabumulih cukup banyak. Makanya, kita siagakan petugas di pintu masuk kota,” ujar Samsul kepada koran ini, Senin, 24/6.
Lanjutnya, sekarang ini hanya bisa berharap, agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) segera memperbaikan jembatan tersebut secepatnya secara permanen.
“Sehingga, arus lintas tengah sebagai jalur altenatif kembali normal. Hanya bus dan angkutan berat masuk ke Prabumulih. Kalau kendaraan pribadi, rata-rata masuk tol,” ucapnya.
Alasannya, kata dia, agar angkutan tersebut melalui Jalan Lingkar merupakan jalan negera. Dan, jalan kota hanya diperbolehkan untuk bus saja. “Kalau angkutan berat, kita alihkan ke Jalan Lingkar. Agar tidak merusak jalan dan membahayakan masyarakat. Selain itu, dalam rangka penegakan Perda No 35/2015,” akunya.
Selain itu juga, kata dia, khususnya truk angkutan sayur. Lalu, sembako, BBM, dan material juga tidak dilarang melintas dalam kota. “Petugas siaga 24 jam, untuk mencegat kendaraan angkutan berat masuk dalam kota,” bebernya. (03/asa)

Komentar

News Feed