oleh

Jadi TO BNN, Ini Pengakuan Oknum PNS Narkoba

-Ringkus-322 views

PRABUMULIH – Pernyataan badan narkotika nasional (BNN) yang sebelumnya menyebutkan ada sederet pegawai negeri sipil (PNS) yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba nampaknya bukan isapan jempol.
Terbukti dengan ditangkapnya JRP (37), salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang saat ini diketahui bertugas di dinas sosial (Dinsos). Warga jalan Nigata No 14 RT 02/RW 01 Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara diringkus petugas BNN kemarin (10/4) siang sekitar pukul 12.00 WIB saat melintas di jalan Rama Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara Tengah.
JRP diringkus saat hendak pulang ke rumahnya. Saat itu dari tangannya petugas menemukan barang bukti (BB) sabu-sabu seberat 0,49 gram yang tersimpan di dalam kotak rokok salah satu saku celana olahraganya.
“Setelah, kita lakukan pembuntutan terhadap tersangka yang memang telah masuk target operasi alias TO (incar, red), ditemukan kalau ia beberapa kali terlibat pembelian narkoba jenis sabu. Hingga, akhirnya kemarin setelah A1 (akurat, red). Akhirnya, Joko kita ringkus di jalan Rama, Kelurahan Wonosari jam 12 siang. Dari tangannya, ditemukan bungkusan rokok dan didalamnya menyimpan sabu seberat 0,49 gram,” terang Kepala BNN Ibnu Mundzakir SSos MM di hadapan awak media kemarin (10/4).
Mantan Kepala BNN Lubuk Linggau ini mengatakan, penangkapan pelaku JRP berawal dari informasi dan laporan masyarakat yang masuk kepada pihaknya sekitar dua minggu lalu. “Setelah kita lakukan pembuntutan terhadap tersangka yang memang telah masuk target operasi alias TO (incar, red), ditemukan kalau ia beberapa kali terlibat pembelian narkoba jenis sabu. Hingga, akhirnya kemarin setelah A1 akhirnya pelaku kita ringkus di jalan Rama, Kelurahan Wonosari jam 12 siang. Dari tangannya, ditemukan bungkusan rokok dan di dalamnya tersimpan sabu seberat 0,49 gram,” terangnya.
Untuk memastikan tersangka bandar atau pengguna narkoba, BNN pun melakukan tes urien. Dan, didapati tes urinenya juga positif. “Selain indikasi menggunakan sabu, diduga tersangka mengkonsumsi narkoba jenis ganja. Tetapi, hasil urine kabur. Dan, ia kita interograsi juga enggan mengakuinya,” bebernya.
Lanjutnya, pihaknya juga terus mengembangkan keterlibatan PNS lainnya dalam penyalahgunaan narkoba dari pengakuan atau nyanyian tersangka. Dan dari ‘nyanyian’ JRP, diketahui ada delapan PNS lain yang juga diduga terlibat penyalahgunaan narkoba.
“8 orang PNS yang nama-namanya disebutkan pelaku bertugas di berbagai Satuan Kerja (Satker) yang ada di pemkot. Ada Dinsos, ada Disdukcapil, Bagian Umum, Kelurahan, Dishub, dan Sat Pol PP. 8 PNS tersebut ada yang pemain lama dan pemain baru,” jelasnya.
Ibnu menambahkan, dari delapan nama tersebut, hampir semuanya sudah dipanggil. Hanya saja, baru tiga PNS di antaranya yang memenuhi panggilan. Dan hasil tes urine terhadap ketiga PNS tersebut semuanya positif.
“Kalau mau direhab ke-8 PNS tersebut sebagai pencegahan dan antisipasi lebih jauh akan kita rehab. Baik itu rehab rawat jalan ataupun rawat inap. Bergantung hasil assement dari petugas nantinya. Kalau rehab rawat jalan bisa dilakukan di kantor. Tetapi, kalau rawat ini bisa dikirim ke Kalianda (Lampung) atau Lido (Bogor),” terangnya.
Ibnu menjelaskan, hasil tes urine yang positif. Kalau tersangka, hanya sebatas pemakai belaka dan telah mengkonsumsi narkoba selama 3 tahun. Dijelaskannya, barang bukti sabu itu sendiri dibeli dari bandar narkoba warga sipil. “Pelaku dapat diancam UU No 35/2009 Pasal 112 subsider Pasal 127 dijerat dengan ancaman penjara paling sedikit 4 tahun dan paling lama 6 tahun,” tukasnya.
Sementara itu, JRP yang sempat dibincangi awak media mengakui telah cukup lama mengonsumsi narkoba yakni sekitar tiga tahun. “Lamo aku make narkoba, kalau dak salah tigo tahunan. Aku ditangkap pas nak balek ke rumah lagi bemotor. Memang ado BB di bungkus rokok punyo aku,” ucapnya.
Ia pun membantah, kalau narkoba di dalam rokok tersebut membelinya sendiri ke bandar narkoba yang informasinya warga sipil. “Bukan aku yang beli narkoba itu, wong laen. Kalau make, iyo nian,” tukasnya. (03)

News Feed