oleh

Istri Datang Bulan, Syahwat Tak Terkendali

MULYADI, kini mendekam di balik jeruri penjara. Pria 46 tahun yang tinggal di jalan Anggrek Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat ini harus mempertanggungjawabkan perbuatan cabulnya terhadap PW (inisial, red) yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar (SD).
Adzan Dzuhur baru saja berkumandang di masjid Polres Prabumulih. Sejumlah tahanan termasuk Mulyadi, terlihat bergegas mengambil wudhu dan menjalankan sholat, meski dari dalam sel tahanan.
Selang beberapa menit kemudian, salah seorang polwan yang bertugas di unit perempuan dan perlindungan anak (PPA) Sat Reskrim Polres Prabumulih datang menuju arah ruang tahanan. Didampingi seorang petugas jaga, kemudian polwan itu menggiring Mulyadi menuju ruangan penyidikan PPA untuk menjalani pemeriksaan.
Dari penyidikan itu diketahui, Mulyadi ternyata sudah memiliki istri bahkan dua orang anak. Seorang putra tertunya duduk di bangku SMA dan seorang putrid yang masih SMP. “Khilaf,” jawab Mulyadi ketika ditanya alasan yang melatarbelakangi perbuatannya.
Kekhilafan itu menurut Mulyadi didorong oleh birahi menggebu-gebu dari dalam dirinya, lantaran ketika sebelum kejadian-saat hendak berhubungan intim dengan sang istri, ternyata sang istri tengah datang bulan.
“Sebetulnya saya sudah pernah melakukan hal itu kepada korban. Tapi yang saya lakukan hanya menciumi kemaluan korban saja sekitar dua bulan yang lalu,” akunya sembari tertunduk malu.
Dan puncaknya, terjadi Senin (20/11) siang, ketika hendak menjemput korban dan mengantarnya pergi ke sekolah. “Dan memang waktu itu istri saya sedang haid dan saya ada rasa ingin. Sehingga waktu itu dia (korban, red) di rumah sedang nonton tv, akhirnya terulang lagi,” sebut Mulyadi sambil mengenakan peci di kepalanya.
Kini, hanya rasa sesal yang keluar dari muluat Mulyadi. Ia terus-terusan berjanji tak akan mengulangi perbuatan bejatnya. “Saya menyesal pak, sangat menyesali dengan apa yang telah saya lakukan itu,” janjinya. (dino)

News Feed