oleh

Istri dan Anak Indra Jalan di Atas Atap

-Metropolis-2.386 views

Turun Lewat Ruko Wak Arman

PRABUMULIH – Bagaimana cara Almarhum Indra Kusuma, dalam menyelamatkan Zahira (7) anak dan istri Manda agar berhasil selamat saat peristiwa kebakaran masih menjadi tanda tanya besar dikalangan masyarakat.

Kondisi belakang ruko yang ada di Nasional, salah satuya tempat ruko Polaris Jaya yang terbakar tak memiliki akses tangga darurat ataupun pintu dari belakang. Di atas atap ruko itulah, Manda dan anaknya berjalan menuju tempat terang dan turun di ruko belakang Wak Arman.

Banyak informasi beredar di lapangan, bagaimana dan dari mana Manda serta Zahira bisa keluar dari ruko. Sejumlah versi menyebutkan anak istri Indra diturunkan dari lantai 2. Namun ternyata tidaklah demikian.

Kondisi terkini ruko Polaris Jaya, pasca terbakar Jumat (8/1/2021) masih terpasang police line. Sementara aktivitas sekitar sudah kembali normal.

Dari penelusurannya Prabumulih Pos dan data yang berhasil dihimpun di lapangan, Indra tenyata menyelamatkan anak dan istrinya keluar dari atas lantai 3 menuju jemuran belakang. Dari jemuran belakang tersebut, anak dan istri Indra naik ke atas atap dan berjalan meniti atap ruko yang sebagian merupakan asbes.

Setelah berjalan menelusuri atap, Manda dan anaknya  turun ke ruko Wak Arman yang jaraknya 7 ruko dari ruko milik Indra. Ketika itu Arman sedang berada di kamarnya yang tepat di depan tangga tempat Manda dan anaknya turun.

Tangga dari lantai 3 menuju lantai 2 di ruko Wak Arman, tempat pertama kali Wak Arman melihat Manda dan anaknya dengan kondisi basah kuyup.

“Aku terkejut, tibo-tibo liat Manda Samo anaknyo lah di tanggo dari lantai 3. Nak turun ke bawah. Kutanyo ngapo Manda disini, dari pucuk Wak ujinyo sambil turun ke bawah,” kata Wak Arman salah satu penjahit yang rukonya berderetan dengan ruko Indra.

Arman menuturkan, Manda dan anaknya sampai ke ruko miliknya karena melihat ada cahaya terang yang berasal dari lampu bagian belakang, tempat mencuci dan menjemur pakaian yang disambung dengan dapur. Beruntung, pintu bagian belakang milik Arman sama sekali tak ditutup sehingga Manda bisa langsung masuk untuk kembali turun dari ruko.

Kepada Prabumulih Pos, Arman secara langsung menunjukkan lokasi dimana tempat Manda dan anaknya turun ke ruko miliknya melalui seng yang di lantai 3.

“Manda dan anaknyo jalan dari atap asbes. Kan disini gelap galo, cumo ruko Wak yang ado lampu di belakang yang lain gelap galo. Jadi turun ke sini, turunnyo dari seng ini. Ini bekas pijakannyo,” ungkapnya menuturkan saat itu kondisi Manda membawa buntalan kecil dengan kondisi basah kuyup.

Ditanya apakah tak terdengar suara, saat Manda dan anaknya berjalan di atas atap. Mengingat jarak ruko yang dilewati Manda lumayan jauh. Wak Arman mengaku, sama sekali tak mendengar suara apapun.

“Dak terdengar, kan hujan deras. Sementara yang penghuni ruko lain sudah turun galo ke bawah olehnyo lah tau ado kebakaran,” jelasnya seraya mengatakan anak Indra tak henti menangis.

Saksi lainnya mengatakan, terkejut melihat Manda dan anaknya dengan kondisi basah kuyup keluar dari ruko milik Arman. Dimana ketika itu, seisi ruko yang ada disekitar lokasi sudah keluar dan sebagian berupaya membantu membuka pintu ruko depan milik Indra.

Melihat kondisi Manda, ia dan tetangga lainnya berupaya membantu dengan membawa Manda dan anaknya ke ruko miliknya tempat berjualan bakso. “Kami bawa ke sini (ruko bakso,red), pakaiannya basah. Anaknyo kami ganti pakaiannyo, Manda sempat nitip anaknyo, dio tempat adeknyo genti pakaian. Tapi oleh Manda kulur kilir ke ruko jadi pakaiannya basah lagi. Jadi kami kasih pakaian dari sini,” terang penjual bakso yang rukonyo bersebelahan dengan Arman.

Saat itu, ia mengaku sempat bertanya keberadaan Indra. Namun, ternyata Indra tak ikut turun melainkan masih berada di dalam ruko untuk menyelamatkan dua keponakannya. “Kami tanyo mano laki Manda, katonyo masih di ruko nak nolongi yang masih di dalam ruko,” lanjut perempuan yang enggan namanya disebutkan.

Saat seluruh orang masih berupaya membantu melakukan evakuasi, anak almarhum Indra masih bersama dirinya. saat itu kondisi putri kecil yang berusia 7 tahun itu terus menangis menyebut ayah dengan kondisi tubuh gemetar. “Namonyo anak kecil, jadi nangis bae badannyo gemetar oleh kedinginan abis keno ujan bejalan di pucuk atap. Sambil nangis nyebut ayahnyo. Kito cubo tenangke, aku omongin ayahnyo dibawak ke rumah sakit nak diobati dulu,” tuturnya.

Pantauan koran ini, kondisi belakang ruko yang ditempatinya Indra memang tak memiliki akses untuk keluar dari belakang bila terjadi kebakaran. Sedangkan, tempat usaha yang dirintisnya sejak lama itu terpasang police line. Sementara, aktivitas disekitar sudah kembali normal seperti sedia kala. (08)

Komentar

News Feed