oleh

ISPA Belum Melonjak, Diare Mendominasi

-Kesehatan-98 views

PRABUMULIH – Pasien rawat inap di Rumah Sakit yang menderita penyakit ISPA meningkat drastis disejumlah daerah.Melonjaknya jumlah pasien ISPA dikarenakan pengaruh kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran lahan.

Nah, di Kota Prabumulih sendiri khususnya di RSUD penderita ISPA masih belum menunjukkan peningkatan. Bahkan untuk penderita ISPA belum ada yang rawat inap di RSUD.

“Belum ada yang dirawat inap, jumlah pasien juga tidak banyak. Itupun hanya rawat jalan,” kata Direktur RSUD dr H Efrizal MM melalui Kabag TU Adi Kuanto Skep NERS MARS, Rabu (18/9).

Adi menyampaikan, di bulan Juli lalu penderita ISPA yang rawat jalan tercatat 29 pasien. Sementara dibulan Agustus yakni 34 pasien.

“Itu rata-rata pasien BPJS, dan tidak hanya dari Prabumulih tapi juga ada dari luar Prabumulih,” terangnya seraya menambahkan untuk data September ini baru akan diketahui akhir bulan.

Diakui Adi, kondisi udara Kota Prabumulih masih terbilang aman dari Kabupaten Kota yang terdampak kabut asap.

“Kalaupun ada itu karena debu kemarau, jadi memang tidak seperti dibeberapa daerah yang banyak pasien ISPA,” jelasnya.

Hanya saja ia menuturkan, di RSUD dibulan Agustus lalu pasien rawat inap terbanyak adalah pasien gastroenteritis atau yang lebih dikenal penyakit diare.

“Dari data 10 penyakit terbanyak ISPA tak masuk, justru yang terbanyak gastroenteritis. Ada 56 pasien yang rawat inap di RSUD. Tapi untuk bulan Juli lalu terbanyak dari pasien thypoid fever yakni 38 pasien,” jelasnya.

Sementara untuk pasien rawat jalan, dibulan Agustus didominasi oleh kunjungan pasien gastritis yakni 114 kunjungan.

“Sedangkan bulan sebelumnya, Juni rawat jalan didominasi kunjungan pasien dyspepsia yakni 109 kunjungan,” tuturnya.

Dr Dedianto Sp A dibincangi kemarin mengutarakan, penyakit gastroenteritis atau diare biasanya disebabkan oleh pengaruh debu akibat musim kemarau.

“Diare biasanya karena debu, dan kualitas air yang tidak higienis,” kata dokter yang bertugas di RSUD ini.

Karena itu ia menyarakan, untuk menjaga kebersihan dengan mencuci tangah serta memperhatikan asupan makanan.

“Masker juga hendaknya dipakai kalau sedang beraktivitas di luar, terutama dijalan raya. Ada banyak debu karena kemarau,” tukasnya. (08)

Komentar

News Feed