oleh

IPK Kurang 3.00, Ancam Putus Beasiswa

PRABUMULIH – Sebanyak 25 siswa asal Prabumulih lolos seleksi Politeknik Energi Mineral Akademi Minyak Gas (PEM AKAMIGAS), Senin (22/7) dilepas Walikota (Wako) Ir H Ridho Yahya MM bersama Wakil Walikota (Wako), H Andriansyah Fikri SH untuk berangkat dan kuliah. Wako, Ir H Ridho Yahya MM menyebutkan, proses panjang sudah dilewati untuk menembus dan bisa berkuliah di PEM AKAMIGAS. Ia berpesan, khususnya siswa jalur beasiswa untuk memanfaatkan peluang emas ini dengan sebaik-baiknya.

“PEM AKAMIGAS bukan tempat main-main. Ini perguruan tinggi bagus, untuk mengapai masa depan lebih baik guna mewujudkan cita-cita,” aku Orang Nomor Satu di Kota Nanas ini, Senin (22/7) Kata suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu, PEM AKAMIGAS bukan tempat jalan-jalan. Ridho berpesan, agar belajar dengan baik dan serius. Supaya, bisa lulus dan mendapatkan nilai terbaik.

“Kalau pengen hidup susah tidak usah belajar, sebaliknya jika ingin hidup baik. Tentunya, harus belajar dengan baik. Ingin terima kasih dengan Pemerintah kota (Pemkot), buktikan lewat prestasi. Tidak usah berterima kasih sekarang ini,” pesan ayah tiga anak ini menyebutkan, kalau 15 dibeasiswai Pemkot. Sedangkan, 10-nya berasal dari bantuan PT Pertamina EP (PEP) Asset 2, PT Perta Samtan Gas (PS Gas), Elnusa, dan Titis Sampurna.

Pria asal Ogan Ilir (OI) mengungkapkan, bagi siswa yang kuliah ke PEM AKAMIGAS dengan jalur beasiswa merupakan karunia dari sang pencipta. “Belajar, kunci sukses. Tanpa belajar, cita-cita tidak bisa diraih,” bebernya. Sambungnya, Pemkot sendiri mengucurkan biaya Rp 80 juta pertahun untuk membiaya seorang siswa kuliah di PEM AKAMIGAS. Diingatkannya, siswa penerima beasiswa harus punya IPK minimal 3.0.

“Siswa tinggal belajar saja, semuanya telah disiapkan. Jangan terlena, rugi sendiri jika sampai terlena. Kesempatan, tidak akan datang dua kali. Manfaatkan peluang ini sebaik-baiknya, untuk meningkatkan harkat dan martabat,” tukasnya. “Kalau IPK kurang dari 3.00. Artinya, sesuai komitmen akan kita putus. Tahun pertama kita evaluasi, 6 bulan pertama masih kita berikan kesempatan karena penyesuaian,” tambahnya.

Bebernya, kalau tidak ada halangan tahun depan Gedung PEM AKAMIGAS di Kelurahan Tanjung Raman dibangun dengan investasi Rp 114 miliar. “Hanya satu tahun, siswa kita kuliah di PEM AKAMIGAS Cepu. Tahun depan, gedung selesai bakal dipindahkan ke Prabumulih,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud), Kusron SPd MSi menerangkan, kalau tahun ini ada 25 siswa asal Prabumulih lolos jalur beasiswa ke PEM AKAMIGAS Cepu setahun pertama. “Hasil seleksi, 25 siswa kita lolos seleksi. Di biayai Pemkot sampai selesai kuliah,” bebernya. Sambungnya, keberangkatannya pun dihantarkan 2 bis telah disiapkan Pemkot. “Tidak hanya siswa dihantar, walinya juga ikut mengantar kita siapkan bus,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed