oleh

Ini yang Disita dari Penghuni Rutan oleh Tim Gabungan

PRABUMULIH – Tim Satgas Gabungan Kemenkum dan HAM Sumsel dan Rutan Klas II B kota Prabumulih, kemarin (25/7) sekitar pukul 10.30 WIB melakukan razia dadakan di ruang tahanan.
Hasilnya, petugas mengamankan barang-barang yang dilarang berada di dalam kamar tahanan. Yakni, handphone, sendok, kabel cas, baterai handphone, botol, kartu remi dam gunting.
Razia dadakan tersebut, buntut dari kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lapas Klas I Sukamiskin Jawa Barat beberapa waktu lalu. Sekaligus respon menindaklanjuti perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
Kepala Rutan Prabumulih, Ronaldo De Vinci Talesa AMd IP SH mengatakan, di dalam Rutan Klas II B Prabumulih tidak ada temuan-temuan mencuat. Bahkan, tidak ada yang namanya kamar khusus.
“Warga binaan ada 400 orang lebih. Tidak ada kamar khusus ataupun fasilitas khusus. Perlu diketahui juga, di Rutan Prabumulih kan tak ada napi atau tahanan tipikornya dan tidak ada istilah kamar istimewa, semua kamar ukurannya sama dan fasilitas juga sama,” ujarnya usai menggelar kegiatan razia tersebut.
Ia juga menuturkan, ada puluhan petugas yang ikut dalam razia tersebut. Satu persatu tahanan pun disuruh bergantian keluar ruang tahanan, agar petugas leluasa memeriksa barang yang dimiliki napi. Kondisi ruangan pun begitu sesak. Pasalnya satu ruangan bisa diisi lebih dari 25 tahanan.
“Jumlah napi overload, jadi terpaksa berdesakan,” ungkap dia. Lebih lanjut disampaikan Ronaldo, dari hasil razia tersebut, petugas mengamankan beberapa barang milik tahanan diantaranya seperti handphone, sendok, kabel cas, baterai handphone, botol, kartu remi, gunting dan barang-barang lainnya yang dianggap berbahaya dan mengancam keamanan Rutan sendiri.
“Hari ini juga (kemarin, red) ada sekitar 9 handphone dan baterai maupun barang lainnya kita temukan. Barang-barang yang kita amankan langsung kita musnahkan,” timpalnya.
Ia menyebutkan kendati tidak menemukan hal-hal yang tidak diinginkan, beberapa kipas angin kecil yang tertempel di dinding sengaja diberikan karena hal kemanusiaan.
Pantauan di lokasi razia di Rutan Klas II B Prabumulih tersebut, razia mulai dilakukan kemarin itu sejak pukul 10.30 WIB, puluhan Satgas gabungan melakukan razia di seluruh blok ruang tahanan.
Nampak dari lokasi dalam ruang tahanan itu, baju-baju terlihat tersusun di lemari yang terbuat dari kayu. Beberapa diantaranya tergantung di dinding maupun kamar mandi. Bau apek pun tercium. Kesan mewah tak terlihat sama sekali di Rutan Klas II B Sukajadi. (07)

News Feed