oleh

Ingin Tahu Keutamaan dan Faedah Zakat Fitrah, Ini Penjelasan Ustad Ikral…

-Nasional-52 views

//Tausiah Ramadhan Hammpitara Secara Live Streaming Sukses

PALEMBANG – Tausiah Ramadhan bertema “Fadilah Tadarus dan Zakat di Tengah Wabah Covid-19” Jumat (15/5), yang digelar secara Live Streaming berlangsung sukses. Peserta pun antusias mengikuti materi tausiah yang disampaikan H. Ikral, S.Ag., M.M.

Acara sendiri digagas Hammpitara (Himpunan Alumni Magister Manajemen Pendidikan Islam Fakutas Tarbiyah) UIN Raden Fatah palembang. Selanjutnya, acara yang sama akan digelar paad 19 Mei nanti bertema “Makna Historis dan Silaturrahim di Tengah Pandemi Cocid-19” dilaksanakan secara Live Streaming Joint Meeting Room UIN Raden Fatah.

“Pengurus Hammpitara memastikan tausiah yang dilaksanakan sesuai social dan physical distancing. Kami juga membatasi jumlah yang ikut tausiah,” ungkap Drs Saiful M.Nuh, M.Pd.I Ketua HAMPITARA UIN Raden Fatah Palembang Jumat (15/5).

Ia mengatakan, tausiah dimulai pukul 10.30 WIB, sesuai jadwal ditetapkan. Untuk tema tausiah hari ini membahas Fadilah Tadarus dan Zakat di Tengah Wabah Covid-19 dengan pembicara H. Ikral. “Diharapkan kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua. Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, alhamdulillah kegiatan bersifat penggalian ilmu agama tetap dilaksanakan dengan berbasis online,” tukasnya.

Sementara Pengurus Hammpitara Kusumawati sekaligus panitia menyampaikan menyampaikan terima kasih kepada Kaprodi Magister MPI UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Ermis Suryana, M.Pd.I, Dr. M.Win Afgani, M.Pd selaku Sekretaris Prodi yang telam memberi ijin pelaksanaan kegiatan dengan penggunaan link virtual meeting UIN Raden Fatah Palembang.

“Kami bisa berbagi ilmu bersama meski pun mungkin ada yang belum saling kenal satu dengan yang lainnya secara langsung. Dan sungguh, alangkah bahagianya, jika momen tausiah ramadhan ini menjadi ajang bersilaturahim walau dalam keterbatasan,” ucapnya.

Dalam materi yang disampaikan pembicara menyebutkan keutamaan dan faedah dari zakat fitrah yang dapat dilihat pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma yang berbunyi: “Bahwa Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah yaitu sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan dan perbuatan keji, dan sebagai bekal makan bagi orang miskin.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).

Berkaitan dengan harta yang dikeluarkan, syarat yang harus dipenuhi adalah harta tersebut dimiliki secara sempurna, harta tersebut adalah harta yang berkembang, harta tersebut telah mencapai nishab, telah mencapai haul (harta tersebut bertahan selama setahun), harta tersebut merupakan kelebihan dari kebutuhan pokok.

Selanjutnya kata Kusuma, beberapa harta yang para ulama sepakat wajib dikenai zakat adalah atsman (emas, perak dan mata uang),  hewan ternak (unta, sapi, dan kambing), pertanian dan buah-buahan (gandum, kurma, dan anggur).

“Tak peduli kaya atau miskin, masih bayi atau sudah tua renta, semuanya wajib membayar zakat fitrah. Karena itu pula, pembayaran zakat fitrah ini bisa diwakilkan kepada salah satu anggota keluarga atau sahabatnya,” imbuhnya.

Dimana tambah dia, zakat fitrah ini menjadi kewajiban bagi setiap muslim (tidak dibatasi kemampuan), maka tentu banyak pertanyaan yang menyangkut tentang zakat fitrah ini. Zakat fitrah merupakan zakat yang diwajibkan kepada setiap muslim sebagai santunan kepada orang-orang miskin, tanda berakhirnya bulan ramadhan sebagai pembersih dari hal-hal yang mengotori puasa. (rel/hms/fs/01)

 

 

Komentar

News Feed