oleh

Indonesia vs Laos

JAKARTA – Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-18 bakal melakoni laga keempat babak penyisihan Grup A Piala AFF U-18 2019. Pada laga akan bakal berlangsung di Stadion Thong Nhat, Vietnam, Senin (12/8) Garuda Muda bakal menghadapi Laos U-18. Sejauh ini, Indonesia masih kokoh di puncak klasemen Grup A dengan meraih sembilan poin. Ya, dari tiga laga yang sudah dijalaninya, David Maulana dan kawan-kawan selalu berhasil meraih kemenangan telak atas lawannya.

Pertama Indonesia berhasil melumpuhkan Filipina dengan skor telak 7-1 di laga perdana, Selasa (6/8) lalu. Di laga kedua, Indonesia U-18 mengalahkan Timor Leste dengan skor telak 4-0, Kamis (8/8). Terakhir, pada Sabtu (9/8), Indonesia kembali tampil gemilang dengan membungkam 6-1 Brunei Darussalam. Sementara, The Land Locked Country-sebutan Laos- sendiri sejauh ini menempati peringkat ketiga dengan raihan enam poin yang didapat dari dua kemenangan di tiga laga yang sudah dijalaninya.

Meski hanya berhasil menang tipis 1-0 atas Brunei dan Filipina dengan skor yang sama, serta kalah dari Myanmar 1-3, pelatih Indonesia U-18, Fakhri Husaini mengaku akan tetap mewaspadai Laos. Bahkan, mengisyaratkan tidak akan mengendurkan serangan saat berhadapan dengan Laos. “Laos patut kita waspadai. Sejauh ini mereka sudah mengoleksi dua kemenangan, saat mereka melawan Brunei dan Filipina,” ungkap Fakhri seperti dikutip Fajar Indonesia Network (FIN) dari situs resmi PSSI, Minggu (11/8).

“Melawan Laos kami tak mau mengendurkan serangan, tetap tampil agresif seperti, menyerang, bermain efektif dalam bertahan dan saat menyerang,” tambah pelatih berkumis tebal tersebut. Kendati demikian, ia menegaskan bakal melakukan rotasi pemain dan mengubah pola permainan dalam menghadapi Laos. “Hanya saja rotasi mungkin disini diperlukan, dengan lebih dahulu melihat kondisi terakhir pemain. Itu salah satu cara kami menyiasati jadwal padat di AFF ini,” ujarnya.

Menariknya, menjelang laga nanti, Fakhri mengaku tidak memberikan pelatihan kepada anak asuhnya pada Minggu (11/8). Hal itu lantaran Fakhri mengajak anak asuhnya yang beragama muslim untuk merayakan Hari Raya Idul Adha yang bertepatan pada hari tersebut. “Ya, hari ini (kemarin), tim saya liburkan. Tidak ada jadwal latihan, karena berkenaan dengan Hari Raya Idul Adha. Tadi pagi, kami yang beragama muslim menjalankan ibadah solat Ied di salah satu masjid tertua di kota Ho Chi Minh yang bernama Musulmane Mosquee,” jelas Fakhri.

Menurut Fakhri, ibadah dan istirahat merupakan salah satu program latihan non teknis anak asuhnya. Ia menegaskan, timnya akn dipersiapkan pada latihan, Senin (12/8) pagi menjelang laga tersebut. “Ibadah dan istirahat juga termasuk bagian dari program latihan non teknis kami. Latihan teknis kami lakukan esok pagi,” tegas Fakhri. Sejauh ini, Fakhri mengakui bahwa gawang anak asuhnya sudah keboblan dua kali saat menghadapi Filipina dan Brunei. Ia menyebutkan hal tersebut lantaran kurangannya komunikasi dan disiplin dalam bertahan antara pemain belakang dan kiper.

“Ini pelajaran untuk mereka, terutama untuk pemain yang baru diturunkan, serta kiper. Saya juga katakan ke pemain untuk terus fokus dan konsentrasi sepanjang pertandingan. Jangan merasa nyaman karena sudah mencetak gol banyak lebih dulu. Saya harap mereka bisa cepat belajar dari kesalahan itu,” tuntasnya. (FIN)

Komentar

News Feed