oleh

Indonesia Utus 17 Siswa Terbaik di Olimpiade Informatika Asia-Pasifik 2021

JAKARTA – Untuk ketiga kalinya Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade Informatika Asia-Pasifik (APIO).

Tahun ini, APIO ke-15 diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional bekerja sama dengan Ikatan Alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia (IA-TOKI), pada 21 sampai 26 Mei 2021.

Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Ainun Na’im menyambut para peserta APIO 2021 dan mengapresiasi para orang tua dan pendidik yang terus memberikan semangat belajar di tengah pandemi Covid-19.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada para orang tua dan guru yang telah membangun semangat para siswa untuk tetap eksis melalui aktivitas-aktivitas positif seperti mengikuti kompetisi,” kata Ainun saat membuka acara secara virtual di Bogor, Jumat (21/5).

Melalui APIO 2021, Ainun menegaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19 semua harus terus bersemangat dalam bertransformasi dan menciptakan lompatan-lompatan kemajuan di bidang informatika. Dia yakin pandemi bukanlah satu-satunya tantangan yang dihadapi.

Di depan, masih membentang sederet tantangan yang harus dilalui bersama.  “Tantangan akan menjadi peluang apabila kita bersama mampu saling silih asah, silih asuh, dan silih asih,” ujar Ainun.

Pada kesempatan sama, plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional, Asep Sukmayadi mengatakan APIO menjadi salah satu wadah kompetisi, instrumen, dan epistemologis dalam mencapai tujuan pembelajaran yaitu kemajuan softskill khususnya di bidang informatika.

“Berbagai aktivitas lomba, kompetisi, dan festival merupakan salah satu wadah dalam menumbuhkan semangat belajar di kalangan generasi muda,” ujar Asep. Bagi Indonesia, APIO selain menjadi ajang kompetisi, juga dijadikan sebagai latihan tim menuju International Olympiade in Informatics (IOI) 2021, serta persiapan menjadi tuan rumah IOI 2022 yang rencananya akan diikuti 88 negara.

APIO 2021 diikuti 952 siswa dari negara Asia Pasifik seperti Armenia, Australia, Azerbaijan, Bangladesh, China, Georgia, Hongkong, India, Indonesia, Iran, Japan, Jordan, Kazakhstan, Korea, Kyrgyzstan, Macao, Malaysia, Mongolia, Mesir, Selandia Baru, Palestina, Filipina, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Sri Lanka, Syria, Taiwan, Tajikistan, Thailand, Turki, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Vietnam.

Indonesia sendiri menempatkan 17 siswanya untuk berlaga pada ajang APIO 2021. Paling banyak berasal dari Provinsi Jawa Timur sebanyak enam siswa dan DKI Jakarta sebanyak lima siswa.

Sementara itu, Kepala Komite Penyelenggara APIO 2021, Brian Marcel menjelaskan, Sabtu (22/5), menjadi awal dari jendela kompetisi selama 48 jam. Kontes terbuka secara khusus didesain untuk mempromosikan informatika kepada semua orang. (esy/jpnn)

Komentar

News Feed