oleh

Indonesia Hanya Gerhana Sebagian

-Nasional-92 views

JAKARTA – Fenomena alam Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada Minggu (21/6). Namun, di sebagian besar wilayah Indonesia hanya bisa menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan tidak seluruh wilayah di Indonesia bisa menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian pada Minggu (21/6). Meskipun, pada saat itu fenomena Gerhana Matahari Cincin berlangsung di sejumlah negara.

Diterangkan BMKG, daerah yang tidak dapat menyaksikan fenomena gerhana matahari karena nilai magnitudo gerhananya kurang dari 0.

“Gerhana Matahari Cincin (GMC) 21 Juni 2020 yang dapat diamati di Indonesia berupa Gerhana Matahari Sebagian, kecuali di sebagian besar Jawa dan sebagian kecil Sumatera bagian Selatan,” demikian dikutip dari laman resmi BMKG, Kamis (18/6).

Meski hanya Gerhana Matahari Sebagian, namun sebagian besar wilayah Indonesia dapat menyaksikannya.

Sebanyak 432 kota dan kabupaten di 31 provinsi dapat meyaksikan Gerhana Matahari Sebagian. Hal itu terjadi karena magnitudo GMC terentang antara 0,000 di Kepanjen, Jawa Timur sampai dengan 0,522 di Melonguane, Sulawesi Utara. Sementara 83 kota tidak dapat menyaksikan.

Dua kota di Bengkulu, tujuh kota di Lampung, sepuluh kota Jawa Tengah, tujuh kota di Jawa Timur, semua kota di Jawa Barat (kecuali Indramayu), Banten, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta, tak bisa menyaksikan gerhana ini.

BMKG menyampaikan tujuh kota di Papua juga tidak dapat mengamati puncak dan kontak akhir Gerhana Matahari. Alasannya karena matahari di kawasan itu sudah terbenam saat kedua fase itu terjadi.

“Sementara itu pengamat yang berada di antara garis oranye dan ungu, yaitu di 50 kota yang tersebar di Papua, Papua Barat, dan sebagian besar Maluku tidak akan mengamati kontak akhir,” lanjut BMKG.

Adapun negara yang akan menikmati fenomena Gerhana Cincin Matahari adalah Kongo, Sudan Selatan, Ethiopia, Yaman, Oman, Pakistan, India, Cina, dan Samudera Pasifik. Sedangkan yang menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian adalah Afrika bagian Utara dan Timur, Asia, Samudera Hindia, sebagian negara Eropa, Australia bagian Utara, dan Samudera Pasifik

Sementara Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Rhorom Priyatikanto mengatakan gerhana matahari bisa disaksikan dari sebalah utara Indonesia.

“Indonesia hanya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian dari wilayah utara Indonesia,” katanya.

Dikatakan Rhorom, gerhana matahari sebagian di Indonesia bisa diamati sekitar pukul 15.00 WIB. Di Sumatera, gerhana berlangsung pukul 14.30-15.30 WIB, sedangkan di Sulawesi, gerhana berlangsung sekitar 30 menit setelahnya.

“Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, kepulauan Maluku dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian,” ujarnya.

Untuk melihat gerhana matahari, Rhorom menuturkan untuk menggunakan filter khusus yang dapat menapis 99,999 persen cahaya matahari yang membahayakan mata.

Kacamata las juga dapat dipakai untuk mengamati gerhana matahari.

“Yang paling aman adalah melihatnya dari layar HP (handphone) atau komputer dengan cara mencari pengamat yang melakukan video streaming, melalui YouTube misalnya,” tutur Rhorom.

Agar aman saat mengamati gerhana matahari, maka dapat menggunakan peralatan seperti kamera pinhole atau kamera lubang jarum, kacamata matahari, binokular atau teleskop dan kamera DSLR.

Berdasarkan keterangan BMKG, GMC akan melintasi dan dapat diamati di Indonesia pada 21 Mei 2031. Jalur cincinnya akan melewati Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Dan selanjutnya pada 14 Oktober 2042 yang jalur cincinnya melewati Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur.

Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris. Saat itu piringan matahari tertutup piringan bulan dan tersisa bagian tepi yang tak tertutup. Akibatnya, Matahari akan tampak seperti cincin saat puncak gerhana, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.

Ada dua macam bayangan bulan yang terbentuk saat Gerhana Matahari Cincin, yakni antumbra dan penumbra. Di wilayah yang terlewati antumbra, gerhana yang teramati akan berupa Gerhana Matahari Cincin. Sedangkan di wilayah yang terkena penumbra, gerhana yang teramatinya berupa Gerhana Matahari Sebagian.(gw/fin)

31 Provinsi Dapat Saksikan GMS

Fenomena Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada Minggu 21 Juni 2020. Namun, sebagain besar masyarakat di Indonesia hanya bisa menikmati fenomena Gerhana Matahari Sebagian.

  1. Aceh (puncak gerhana pukul 14.40 WIB)
  2. Sumatera Utara (puncak gerhana pukul 14.48 WIB)
  3. Sumatera Barat (puncak gerhana pukul 14.54 WIB)
  4. Riau (puncak gerhana pukul 14.57 WIB)
  5. Bengkulu (puncak gerhana pukul 14.59 WIB)
  6. Jambi (puncak gerhana pukul 15.00 WIB)
  7. Kepulauan Riau (puncak gerhana pukul 15.06 WIB)
  8. Sumatera Selatan (puncak gerhana pukul 15.04 WIB)
  9. Lampung (puncak gerhana pukul 15.07 WIB)
  10. Kepulauan Bangka Belitung (puncak gerhana pukul 15.10 WIB)
  11. Jawa Barat (puncak gerhana pukul 15.14 WIB)
  12. Jawa Tengah (puncak gerhana pukul 15.18 WIB)
  13. Jawa Timur (puncak gerhana pukul 15.21 WIB)
  14. Kalimantan Barat (puncak gerhana pukul 15.17 WIB)
  15. Kalimantan Tengah (puncak gerhana pukul 15.22 WIB)
  16. Kalimantan Selatan (puncak gerhana pukul 16.25 WITA)
  17. Kalimantan Timur (puncak gerhana pukul 16.26 WITA)
  18. Kalimantan Utara (puncak gerhana pukul 16.25 WITA)
  19. Bali (puncak gerhana pukul 16.24 WITA)
  20. Nusa Tenggara Barat (puncak gerhana pukul 16.27 WITA)
  21. Nusa Tenggara Timur (puncak gerhana pukul 16.27 WITA)
  22. Sulawesi Barat (puncak gerhana pukul 16.29 WITA)
  23. Sulawesi Selatan (puncak gerhana pukul 16.30 WITA)
  24. Sulawesi Tengah (puncak gerhana pukul 16.30 WITA)
  25. Sulawesi Tenggara (puncak gerhana pukul 16.32 WITA)
  26. Gorontalo (puncak gerhana pukul 16.31 WITA)
  27. Sulawesi Utara (puncak gerhana pukul 16.32 WITA)
  28. Maluku Utara (puncak gerhana pukul 17.34 WIT)
  29. Maluku (puncak gerhana pukul 17.35 WIT)
  30. Papua Barat (puncak gerhana pukul 17.36 WIT)
  31. Papua (puncak gerhana pukul 17.37 WIT)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed