oleh

Imbau Bijak Bermedsos, Salah Bisa Berujung Pidana

-Hukum-36 views

PRABUMULIH – Kejadian aksi bullying terjadi di SMAN 4, hendaknya dijadikan pelajaran berharga bagi pelajar dan pihak sekolah. Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Menanggapi itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH mengungkapkan, harus bijak memang bermedia sosial (medsos). Karena, salah-salah bisa menimbulkan salah kaprah berujung pidana.

“Kalau sudah ranah pidana, memang menjadi tugas kepolisian memprosesnya. Pihak sekolah juga, harus ekstra ketat dalam pengawasan kepada anak didiknya. Ke depannya, kita sarankan tidak boleh menggunakan handphone khususnya ketika jam belajar di sekolah,” pesan Tito, sapaan akrabnya dikonfirmasi Minggu (25/8).

Hal itu ungkapnya, untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan terjadi. Seperti, terjadi di SMAN 4 tersebut diduga terjadi aksi bullying terhadap siswanya. “Memang harus berhati-hati dan bijak dalam bermedsos, agar tidak terjerat hukum. Karena, semua upload ke medsos bisa menimbulkan resiko,” jelas suami Mona Tobing ini.

Terkait kasus bullying tersebut, kata dia masih terus berjalan dan diproses oleh jajarannya. “Iya, masih proses hukumnya. Sejauh ini,” tukasnya. Sebelumnya, Polres Prabumulih sendiri telah menerima laporan tersebut masuk ke Satreskrim melalui Unit PPA. “Laporan korban sudah ada, dan proses penyelidikannya sedang berjalan,” tambahnya.

Aksi bullying siswa SMAN 4 kepada adik kelasnya, sempat viral di medsos. Sebelum akhirnya, diklarifikasi oleh pihak sekolah. Kepala SMAN 4 Dahril Amin MPd menyatakan, kalau aksi bullying tersebut disebut main-main atau frank.

Dan, informasinya korban didamping keluarganya sempat melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Prabumulih. Hanya saja belakangan informasi dihimpun koran ini, sudah terjadi kedamaian antara korban dan pelaku bullying di fasilitasi pihak sekolah pada Jumat (24/8). (03)

Komentar

News Feed