oleh

Imbas Pandemi, UKM Melati Kurangi Produksi

-Metropolis-17 views

 

TANJUNG RAMAN — Pandemi Covid-19, nyaris mematikan usaha masyarakat tak terkecuali Usaha Kecil Menengah (UMK). Tak hanya gulung tikar, beberapa UKM juga terpaksa menurunkan produksi akibat sepi pembeli.

Nah, dampak pandemi covid-19 juga dirasakan oleh UKM Melati milik Mariati yang ada di Jalan Basuki Rahmat nomor 9 Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan.

Beruntung, UKM Melati bisa bertahan di tengah pandemi. Meski demikian, UKM melati yang memproduksi makanan khas Nanas, keripik pisang, dan olahan minuman nanas dan madu ini juga terpaksa harus mengurangi produksi hingga 70 persen. Padahal sebelumnya UKM Melati terbilang berkembang pesat di Kota Prabumulih.

“Karena pandemi ini jadi sepi, yang pesan terbatas. Penurunan sekitar 70 persen,” kata Mariati dibincangi di tempat toko UKM Melati, Kamis (3/12/2020).

Ia menuturkan, untuk pemesanan yang biasanya 100 kotak saat ini hanya 25 kotak. “Kalau dulu banyak kawan-kawan pesan, sekarang jadi kurang. Produksi juga yang biasanya ratusan kemasan jadinya sekarang paling 20an,” imbuhnya mengatakan untuk pembeli sebelum pandemi biasanya banyak dari luar Prabumulih maupun dari Kota Prabumulih untuk dijadikan oleh-oleh.

Selain mengurangi produksi, UKM yang sudah ada sejak tahun 2000-an ini juga terpaksa merumahkan pegawai. “Sekarang kita kerjakan sendiri, pegawai istirahatkan dulu karena pandemi,” imbuhnya mengatakan olahan makanan Nanas paling laris untuk buah tangan.

Begitu pula dengan produk UKM yang biasanya mengisi ke sejumlah toko swalayan, kini mulai berkurang. Padahal sebelumnya UKM ini, langganan mengisi toko besar seperti grande, serta hyfresh, hypermart yang ada di Palembang. “Sudah 2 tahunan kita isi hyfresh, hypermart,” ucapnya mengatakan awal mula UKM Melati memproduksi keripik pisang, yang kemudian membuat olahan makanan khas Prabumulih yang terbuat dari nanas.

“Untuk nanasnyo kebetulan tidak susah, banyak nanas di Prabumulih. Dan kita sudah mulai usaha sejak Prabumulih baru misah dari Muara Enim,” lanjutnya.

Sementara itu, selama pandemi UKM Melati juga memilik promosi melalui media sosial. Hal itu, sebagai upaya untuk mengurangi kontak dengan pembeli. “Yang pesan online ada, yang langsung juga dilayani. Tapi kita protokol kesehatan, siapkan tempat cuci tangan, dan pembatas sehingga tidak kontak langsung,” tuturnya.

Selain, menjual olahan Nanas dan olahan makanan sendiri. UKM Melati juga menjual dan menampung produk olahan makanan kemasan dari masyarakat lokal. “Selain buatan kita sendiri, yang dari warga juga ada kita jual disini,” tukasnya mengatakan sudah banyak bantuan dari Pemkot melalui Dinas Perdagangan seperti bantuan peralatan serta pembangunan toko.(08)

Komentar

News Feed