oleh

Hujan Tak Kunjung Turun

-Pendidikan-84 views

PRABUMULIH – Musim kemarau yang cukup lama, dan kabut asap yang makin parah di sekitar Provinsi Sumatera Selatan dan khususnya Kota Prabumulih, membuat sejumlah sekolah di Kota Prabumulih melaksanakan sholat Istisqo, yaitu sholat khusus bermunajat kepada Allah untuk meminta hujan.

Salah satuya di SMAN 7, sebanyak 700 siswa dan keluarga besar sekolah yang yang beralamat di Jalan Lingkar Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur ini melaksaakan sholat Istisqo Jumat (20/9).

Suasana siswa SMAN 7 beemunajat kepada Allah SWT untuk

Sihabudin SPdI dalam tausiyahnya mengatakan tujuan shalat istisqa adalah memohon kepada Allah untuk menyiram dan menyediakan air, agar bisa memberikan kesejahteraan, kemakmuran dan pemenuhan kebutuhan umat di dunia.

“Sholat istisqa ini merupakan upaya kita untuk m berdoa khusus meminta hujan yang menyuburkan tanah dan mensejahterakan sertamerta memberikan kenyamanan, bukan hujan yang menimbulkan bencana atau hujan menghilangkan harta,”katanya.

Pembina Organisasi Kerohanian Islam (Rohis) SMAN 7, Drs Hendra jaya MA mengatakan agar para siswa dan seluruh guru secara khusyuk untuk bermunajat kepada Allah SWT sang penguasa alam. Karena saat ini kemarau sudah cukup lama, belum lagi kabut asap di Sumatera Selatan sudah terkategori berbahaya.

“Kita bangga karena sudah banyak yang bermula jahat kepada Allah semoga makin banyak lagi yang melaksanakan salat Istisqo sehingga Allah juga makin segera memberikan rezeki berupa hujab,”harapnya.

Sementara pantauan koran ini bukan hanya SMA Negeri 7 namun juga keluarga besar SMP Negeri 8 Prabumulih dan SMP IPS juga melaksanakan salat yang Jumat lalu . “Semoga Allah segera menurunkan hujan yang memberikan barokah dan memberikan manfaat untuk kemaslahatan umat Islam di seluruh penjuru dunia,”tandasasnya yang didampingi Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Prabumulih, M Aliyenah SPd MSi dan berapa guru SMA Negeri 7.

Sholat Istisqo juga digelar oleh pihak Kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur. Sholat diikuti masyarakat dan digelar di halaman Puskesmas Delinom pada Sabtu (22/9). “Kita berdoa dan memohon kepada Allah, siapa tahu doa kita dikabulkan Allah. Kemarau ini sudah banyak dampaknya, selain debu, kabut asap juga kekeringan,” kata Lurah Keluraha Karang Raja Gunawan Nopindra SE.(05)

Komentar

News Feed