oleh

Hindari Free Seks, Narkoba dan Rokok

-Pendidikan-151 views

PRABUMULIH – Ratusan peserta generasi milenial perwakilan dari 22 SMA/SMK sederajat, ikuti kegiatan Healthy Talks dan Hynomotivation di gedung Binaria 1 Komplek pertamina kemarin.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT Pertamina ini menyampaikan tiga permasalahan penting, yang harus di hindari oleh generasi milenal penerus masa depan bangsa. Diantaranya mengenai free seks, bahaya narkoba dan bahaya merokok yang disampaikan oleh nara sumber berkompeten dibidangnya.

“Kita sengaja menyasar peserta dari generasi milenial dikalangan masyarakat. Karena lebih mudah menangkap dan mencerna informasi, selain itu karena para usia mereka saat ini yang lebih mudah terpengaruh,” kata ketua pelaksana, Thomas Ringo Selasa (23/7).

Menurutnya, dalam program CSR PT Pertamina, baru kali ini melaksanakan kegiatan seperti ini, dengan melihat keaktivan para siswa, pihaknya berharap kedepan bisa diulang lagi. “Kita berharap melalui mereka, usai kegiatan ini mengkampanyekan ketiga permasalahan tersebut,”harapnya.

Dr Isnailisa salah seorang pemateri yang menyampaikan mengenai bahaya asap rokok. Ia menyampaikan agar para peserta dapat menghargai jantungnya dan menghargai jantung bumi dengan tidak merokok. “Dengan tidak merokok maka jantung kita sehat, bahkan bumi kita juga sehat, karena makin banyak lahan yang terbakar tanpa disadari karena puntung rokok yang dibuang sembarangan,” jelasnya.

Selain itu mengenai dampak bagi bayi yang dilahirkan oleh seorang ibu perokok bayi, Dokter cantik ini mengatakan efeknya adalah bayi gagal tubuh, anaknya cacat. Sedangkan semua orang tua, berharap bisa mendapatkan anak normal, namun karena bahaya rokok dapat mengakibatkan bayi lahir berat dengan badan rendah.

“Bayi yang lahir dari rahim seorang perokok baik aktif maupun pasif, maka akan lahir premature atau lahir tidak sesuai dengan usianya. karena paru paru belum berkembang sehingga kehidupannya tidak bisa berlangsung lama. karena asap rokok meracuni makanan didalam plasenta sehingga anak kurang nutrisi,” bebernya.

Sementara dalam sesi tanya jawab, salah seorang peserta, Rendi Saputra MAN 1 Prabumulih mempertanyakan permasalahan yang terjadi dilapangan, masyarakat yag sudah banyak tau banyak merokok dan menimbulkan penyakit, namun masih banyak yang merokok.

“Inilah tugas kita untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat, ayo kita bikin semua berhenti merokok. Karena 4.000 racun yang ada didalam rokok yang dihisab setiap hari itu sangat berbahaya. Selain itu memang kita sadarai perusahaan rokok sangat banyak sumber daya manusia berganbtugn hidup didalamnya, serta perusahaan rokok juga banyak mengeluarkan beasiswa untuk para siswa berprestasi. Yang penting tidak mengkampanyekan rokoknya dan mari kita tingkatkan Kesadaran masyarakat untuk meninggalkan rokok,”tandasnya.(05)

Komentar

News Feed