oleh

Hidup di Kota, Namun Serasa di Talang

-Metropolis-16 views

//Keluhkan Listrik Byar Pet

PRABUMULIH – Warga Perumahan Bukit Cambai Indah, mengeluh listrik byar pet di tempat tinggalnya. Pasalnya, sebulan bisa 4-6 kali listrik di kawasan tersebut sering padam atau byar pet. Terkadang, informasinya padam tidak mengenal waktu. Paling sering terjadi malam hari.

Saking kesalnya, warga berujar hidup di kota. Tetapi, serasa di talang karena seringnya listrik byar pet ini. Salah satunya, sangat dirasakan Habib Eshilahuddin SH, Mantan Anggota DPRD ini kebetulan tinggal di perumahan tersebut.

“Saya hanya menyampaikan keluhan warga perumahan saja, bukan sekali dua kali dalam sebulan mati lampu. Bisa 4-6 kali, tidak kenal waktu paling banyak malam,” ujar Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ketika dikonfirmasi awak media, akhir minggu ini.

Akunya, jalur perumahan tersebut tidak termasuk jalur Prabumulih. Melainkan, masuk jalur Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

“Kita mengusulkan kepada PLN, agar memindahkan jalur saja ke Prabumulih. Agar byar pet, tidak lagi terjadi. Kalau listrik arah Gelumbang mati, yah pasti listrik rumah kita juga padam,” terang Habib.

Ucapnya, soal usulan pemindahan jalur ini hendaknya menjadi perhatian PLN dan juga pemerintah. Sehingga, tidak dikeluhkan masyarakat. “Yah, kita minta kepada PLN dan juga pemerintah. Untuk menindaklanjuti, keluhan warga terkait kerap kali byar pet di perumahan kita,” bebernya.

Juga dibenarkan, Hajar Agusmal SSTP MSi, warga lain juga Mantan Camat Prabumulih Timur kalau di Perumahan Bukit Cambai Indah kerap kali sering padam listrik.

“Kito nih idup di kota, tapi pecak di talang (dusun, red). Sering nian mati lampu di sini, dak siang dak malam. Memang jalurnyo, masih jalur Gelumbang. Jadi wajar, kalau cak idup di talang sering mati lampu,” tukasnya.

Ungkapnya, warga sudah mengusulkan agar jalurnya tidak lagi ke Gelumbang. Tetapi, sejauh ini belum ada respon positif. “Pihak PLN beralasan, kalau pemindahan jalur butuh biaya cukup besar hingga ratusan juta. Namun  itukan, tanggung jawab PLN dan pemerintah. Massa masyarakat, urunan untuk pemindahan jalur tersebut,” sesalnya.

Ia pun berharap, ada tindaklanjut dan respon dari PLN dan juga pemerintah setempat. Sehingga, jalur bisa dipindahkan ke Prabumulih. “Sehingga, byar pet tidak terjadi. Dan, masyarakat tidak lagi mengeluh,” tandasnya.

Senada juga dikatakan Finlandia Muchtar SH SpN kepada awak media, selaku pemilik rumah di lokasi itu juga merasa prihatin dengan sering byar pet sering dialami warga Perumahan Bukit Cambai Indah.

“Masalahnya, warga di sana masih menggunakan jalur Gelumbang. Seharusnya, pakai jalur Prabumulih. Agar tidak sering padam atau mati listrik, terkadang tidak ada angin atau hujan padam begitu saja. Sehingga, warga dikeluhkan,” aku Ketua IPPAT Sumsel ini.

Selain itu, kata dia, anak-anak tengah ujian dan bergantung sekali dengan namanya listrik. Apalagi, anak-anak sekolah daring dan belum sekolah tatap muka. “Listrik penting sekali, guna mendukung pembelajaran daring ini,” sebutnya.

Lanjutnya, meminta PLN dan juga pemerintah setempat agar usulan warga mengenai pemindahan jalur direspon. “Karena, hal itu bagian dari pelayanan publik kepada masyarakat. Sehingga, tidak terus menerus dikeluhkan. Dan, saya anggap wajar kalau ada perkataan warga hidup di kota seperti hidup di talang,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala ULP PT PLN Prabumulih, Sumardi melalui Supervisor Distributor Dedi menjelaskan, kalau Perumahan Bukit Cambai Indah sudah masuk jalur Prabumulih.

“Tetapi, memang bukan jalur kota. Melainkan, jalur Kelurahan Anak Petai berasal dari PLTMG. Sedangkan, kalau jalur kota berasal dari Gardu Induk (GI),” jelasnya.

Dijelaskannya, memang bulan ini ada tiga kali padam di jalur tersebut. Karena, adanya jalur tersambar petir dan butuh perbaikan cukup lama.

“Pemadaman listrik, juga sering terjadi akibat perbaikan dan gangguan jaringan listrik lainnya,” puasnya. (03)

Komentar

News Feed