oleh

Herli Berhasil Selamatkan Anak Istri dari Kobaran Api

-Metropolis-279 views

KEBAKARAN Maut Di Sebuah Bedeng Kost-kosan di Jalan M Yusuf Wahid RT01 RW05 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur, Senin (24/9) lalu, mungkin akan selalu melekat di benak Herli (28).
Saat kobaran api mulai melalap dinding rumahnya, ia berusaha menyelamatkan istri, Fitri Yani (22) dan Aulia, anaknya yang masih berumur 3 tahun.
Meski kondisi Herli saat itu sedang sakit, namun berkat keberaniannya itu, istri dan anaknya, Aulia berhasil selamat dari musibah kebakaran tersebut.
Puing reruntuhan bangunan sisa terbakar api, seperti kayu, seng dan bahan bangunan yang terbakar lainnya nampak tertumpuk rapi di pinggir jalan lokasi rumah milik M Toni (46), ayah dari korban Herli yang selamat dari musibah kebakaran di tempat tinggal mereka itu.
bau hangus dari sisa barang bangunan yang terbakar masih tercium di lokasi Jalan M Yusuf Wahid RT01 RW05 tersebut, tatkala ketika koran ini, Rabu (27/9) sekitar pukul 09.30 WIB turun ke lokasi kejadian.
Sebelum musibah kebakaran itu menimpa keluarga korban, reruntuhan bangunan tersebut masih berdiri kokoh sebagai rumah hunian 3 pintu bedeng kost-kosan yang disampingnya berada sebuah rumah tempat tinggal M Toni dan istrinya Saina.
Namun, tak disangka pada Senin siang itu, konstruksi bedeng tiga pintu ini, nyaris rata dengan tanah dan hanya menyisakan puing-puing serta pondasi beton rumah saja.
Di tengah reruntuhan puing bangunan, pasca kejadian itu masih nampak beberapa pria seperti mencari-cari sesuatu dan seorang diantaranya hanya berdiri menatap sisa kebakaran.
Herli, pria asal Desa Tempirai, PALI ini menceritakan, dia tidak sempat berpikir panjang saat menyadari kepulan asap yang tebal sudah masuk ke kamar tidurnya meski saat itu kondisinya sedang terpakar sakit. Dalam benaknya, dia hanya berpikir untuk keluar dan menyelamatkan diri bersama anak dan istrinya.
“Saya gugup melihat kepulan asap di kamar itu. Waktu itu saya sedang terguling di ruang tengah, tidak banyak mikir langsung saya gendong anak saya dan menggandeng istri saya sambil lari keluar pintu depan rumah,” ujar Herli.
Pria berkulit sawo matang itu juga ketika kejadian sempat tidak sadar, Aulia sempat terlepas dari dekapannya. Beruntung, Aulia tetap terselamatkan dari reruntuhan puing-puing bangunan rumahnya yang terbakar.
“Seingat saya Aulia saya gendong tapi terlepas saat sudah keluar dari kobaran api itu,” imbuhnya seraya menuturkan kondisi istri dan anaknya saat itu juga tidak mendapatkan luka yang parah akibat aksi penyelamatan diri.
Aulia hanya mengalami luka melepuh di bagian telinga kiri dan jari kaki kiri. Sementara Fitri Yani masih mengeluh nyeri di bagian kaki kanannya yang langsung diberikan pengobatannya di Puskesmas setempat oleh tim medis.
Kala itu, lanjut Herli, hari sudah mulai siang, dan matahari pun sudah mulai bersinar terik. Kepulan asap membumbung ke udara. Orang-orang berteriak minta tolong di sekitar lokasi rumahnya tersebut. Dengan lokasi jalan menuju ke TKP yang sempit ditambah konstruksi bangunan rumah semi permanen, menyebabkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkot Prabumulih mengakses sampai ke lokasi kebakaran.
“Mobil pemadam kebakaran sampai agak cepat waktu itu, namun saat pemadam tiba, rumah sudah habis terbakar semuanya, termasuk tiga bedeng kost-kosan tempat tinggal keponakan dari desa yang sekolah di sini,” ucapnya.
Hingga berjalannya waktu sekitar lebih satu jam berlalu, kobaran api itupun mulai padam. Akan tetapi, semuanya tidak berlalu dan padam begitu saja. Ya, masih ada, AR, IR dan IRS tiga pelajar sekolah tingkat SMA sebagai korban penghuni dari bedeng kost-kosan yang terbakar tersebut yang diketahui masih keponakan dari M Toni asal PALI.
“Mereka waktu kejadian di sekolah semuanya, tapi barang-barang belajar dan buku-buku mereka semua sudah hangus, hanya tinggal baju seragam yang dipakai mereka ke sekolah itu,” tutupnya. (Dino/PP)

News Feed