oleh

Hendak Transaksi Narkoba di Jalan Tangkuban Perahu, Dua Pengedar Ditangkap

PRABUMULIH – PALI sebagai ‘surganya’ peredaran narkoba, tidak bisa dipungkiri. Sudah beberapa kali, Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Prabumulih mengagalkan peredarannya di Kota Nanas ini. Termasuk, berhasil meringkus dan membekuk para pengedarannya.

Kamis (14/2), sekitar pukul 09.00 WIB, Tim buru sergap (Buser) Satres Narkoba kembali berhasil menangkap dua pelakunya berserta barang bukti narkoba jenis sabu. Rencananya, sabu tersebut bakal diedarkan di Kota Nanas ini.

Kedua pelaku yang berhasil diringkus, yaitu Tarudin (38) warga Dusun 4 Desa Teluk Lubuk Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim dan Aswawi (40) warga Desa Karang Agung Kecamatan Penukal Abab Kabupaten PALI.

Dari tangkap keduanya, barang bukti sabu seberat 10,30 gram berhasil disita petugas dari tangan dua terduga. Informasinya, sabu tersebut bernilai sekitar Rp 13 jutaan.

Kedua ditangkap petugas, setelah melakukan lidik cukup lama sekitar satu minggu. Sehingga, keduanya berhasil ditangkap di Jalan Tangkuban Perahu Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, diduga hendak bertransaksi narkoba. Sayangnya, keburu ketahuan petugas yang telah mengincarnya cukup lama.

Barang bukti sabu sendiri, kata Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Kasatres Narkoba, Zon Prama SH menyebutkan, disita dari Tarudin yang tersimpan disaku celananya kanan Tarudin.

“Sekitar seminggu lah kita lakukan lidik, akhir kedua pelaku pengedar narkoba bisa diringkus. Keduanya ditangkap dan terpaksa diamankan, karena Tarudin tertangkap tangan menyimpan narkoba jenis sabu di saku celananya ketika disergap petugas. Berat sabu tersebut, sekitar 10,30 gram,” terangnya kepada koran ini, Jumat (15/2) di sela-sela press release di depan Satreskrim.

Barang bukti sendiri, akunya dibungkus menggunakan plastik klip bening itu disembunyikan pelaku dengan cara dibalut menggunakan tisu warna putih dan dibungkus lagi dengan plastik klip bening.

Selain narkoba, dua unit handphone merk OPPO warna hitam dan Nokia warna hitam, selembar tisu warna putih, selembar plastik klip bening dan satu helai celana pendek warna hitam merk Hugo Bigs milik kedua pelaku juga turut disita petugas sebagai barang bukti lainnya.

Dari kejadian ini, Kasat Narkoba juga menegaskan para pelaku dapat dikenakan Pasal 114 dan Pasal 112 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35/2009 tentang narkotika dan psikotropika.

“Untuk saat ini kedua pelaku dan barang buktinya sudah kita amankan di Polres Prabumulih. Keduanya sementara masih menjalani pemeriksaan penyidikan. Keduanya, terancam penjara diatas 6 tahun. Apalagi, keduanya disangkakan dengan sengaja mengedarkan narkoba,” tandasnya.

Asnawi mengaku, kalau ia hanya diperintah SR, bandar atau BD asal Desa Air Itam, Kabupaten PALI untuk mengantar pesanan ke Prabumulih. “Aku gajak Tarudin ke Prabumulih, ngantar barang disuruh SR. Aku baru sekali inilah jadi kurir,” kilahnya.

Ungkapnya, upah mengantar barang tersebut. Ia hanya mendapatkan upar Rp 100 ribu, dan belum sempat menikmati hasilnya keburu ditangkap. “Cuma diupah Rp 100 ribu,” akunya. (03)

News Feed