oleh

Hati-hati, Sembelih Sapi Betina Bisa Dipidana!

PRABUMULIH – Ini menjadi perhatian bagi masyarakat agar tidak menyembelih sapi betina produktif. Sebab jika melanggar, maka pelaku bisa dipidana.
Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasat Binmas, AKP Dedi Rahmad Hidayat SH menyampaikan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi pemberlakuan sanksi bagi penyembelih sapi betina yang masih produktif kepada pengusaha dan jagal sapi di sejumlah kawasan yang ada di wilayah kota nanas ini sejak beberapa hari lalu.
“Sosialisasi pemberlakuan sanksi pidana bagi penyembelih sapi betina ini kita upayakan akan terus dilakukan hingga kepada peternak, sehingga kalau sanksi diterapkan sudah tidak ada lagi alasan tidak tahu,” ujar AKP Dedi Rahmad, kemarin.
Menurut dia, saat ini pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi tentang larangan menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif dengan berbagai cara mensosialisasikannya, meliputi dengan cara disampaikan secara langsung oleh setiap anggota bhabin kamtibmas di setiap kelurahan dan melalui penyebaran stiker.
“Karena sosialisasi tentang larangan ini cukup penting untuk diketahui warga masyarakat sebagai usaha perlindungan populasi ternak hewan khususnya sapi betina produktif. Alasannya begini, pemotongan sapi betina produktif ini cukup tinggi di Indonesia. Akibatnya, populasi sapi tidak bertambah secara signifikan,” terangnya.
Untuk pengenaan sanksi pidana itu sendiri, sambung Dedi, telah diatur dalam UU nomor 41 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Dimana, dalam pasal 18 ayat 2 telah disebutkan jika ternak ruminansia atau hewan memamah biak betina produktif dilarang disembelih kecuali untuk penelitian, pemuliaan, pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan.
“Ketentuan larangan tersebut tidak berlaku apabila hewan besar betina berumur lebih dari delapan tahun,” kata Dedi seraya menuturkan jika sapi betina yang sudah beranak lebih dari lima atau tidak produktif berdasar pernyataan dokter hewan atau tenaga asisten kontrol teknik reproduksi di bawah pengawasan dokter hewan pun berlaku pengecualian yang sama.
Lebih lanjut dijelaskan Kasat Binmas, jika dalam UU itu juga disebutkan kalau penyembelih sapi betina produktif tersebut sebagaimana dalam Pasal 86 telah diatur sanksi pidana menyembelih hewan ternak yang diancam dengan pidana kurungan penjara dengan masa paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun.
“Dan ada juga untuk sanksi administratif bagi para pelaku usahanya, mulai dari memberikan peringatan secara tertulis sampai dengan membebankan untuk membayar uang denda paling sedikit Rp100 juta dan paling banyak sebesar Rp300 juta,” tandasnya. (Mg03)

News Feed