oleh

Hasil Lab DLH Negatif

-Metropolis-359 views

PRABUMULIH – Pertemuan yang berlangsung alot antara pihak PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih dan warga sejak dimulainya aktifitas pengeboran sumur PMB-P23 di RT03 RW01 Kelurahan Sukaraja hingga kini terus berlanjut.
Pembahasan hasil analisis laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel terhadap air sumur warga yang dilakukan pihak Pertamina dan warga dengan dihadiri oleh pihak Polres Prabumulih, Kejari Prabumulih, DLH Prabumulih, Camat Prabumulih Selatan, Lurah Sukaraja serta perwakilan warga di Patra Ria beberapa hari kemarin, diketahui tidak ditemukan parameter yang melebihi baku mutu yang tidak terkait langsung dengan kegiatan pengeboran sumur PMB-P23.
“Tidak ditemukan parameter yang melebihi baku mutu dari parameter utama yang bersumber dari kegiatan pengeboran yaitu minyak dan lemak, total zat padat terlarut atau TDS dan karbon organik total (TOC),” ungkap David Bahrin ST MT selaku tim dari PPLH Unsri dihadapan sejumlah perwakilan warga.
Ia menyampaikan hasil analisis laboratorium air sumur warga yang diduga tercemar akibat pengeboran sumur PMB-P23 PT Pertamina EP Asset Prabumulih tersebut bahwa dari 20 air sumur yang diperiksa terdapat beberapa parameter yang melebihi baku mutu yaitu parameter pH sebanyak 18 sampel air sumur, besi atau Fe sebanyak 7 sumur, kekeruhan sebanyak 2 sumur dan warna sebanyak 6 sumur.
“Namun parameter tersebut tidak terkait langsung dengan kegiatan pengeboran,” kata dia.
Lebih lanjut dituturkan David, parameter yang melebihi baku mutu berupa pH, karat Fe, kekeruhan dan warna merupakan parameter yang erat kaitannya dengan kondisi dan struktur tanah.
“Jadi hasil analisis laboratorium yang kita temukan ini adalah sifat tanah yang umum ditemukan pada air tanah baik galian maupun sumur bor tanah dangkal,” tuturnya.
Mendengar hasil laboratorium terhadap air sumur tersebut negatif dan bukan akibat pencemaran pengeboran sumur PMB-P23, sejumlah warga merasa tidak puas dan menilai kalau hal tersebut tidak transparan. Salah satu warga, Toni menyebutkan, bahwa warga sampai saat ini masih belum berani menggunakan air sumur mereka sebagai air minum ataupun mandi.
“Kalau berani suruh bapak-bapak itu saja dulu yang minum air sumur kami, kalau memang kata mereka (DLH, red) air sumur itu tidak apa-apa dan boleh diminum. Kami ini orang awam jadi kalau mau di test air sumur itu tidak tercemar suruh minum saja dulu baru kami,” sebutnya.
Sementara itu, Government Relations Analyst PT Pertamina EP Asset 2, Nur Sukmaputeri M dikonfirmasi, siang kemarin (6/9) mengakui hasil analisis air sumur dari laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel adalah negatif dan bukan akibat pencemaran aktifitas pengeboran.
“Kalau hasil lab LH itu negatif. Disampaikan kesimpulan bahwa berdasarkan hasil analisis laboratorium LH Provinsi Sumsel tidak ditemukan parameter yang melebihi baku mutu dari parameter utama yang bersumber dari kegiatan pengeboran,” terangnya.
Ia pun menambahkan, bahwa parameter yang melebihi baku mutu berupa PH, Fe, kekeruhan dan warna merupakan parameter yang erat kaitannya dengan kondisi dan struktur tanah. “Meski demikian Pertamina EP tetap terbuka untuk membantu masyarakat melalui program CSR,” tandasnya. (07)

News Feed