oleh

Hasil Getah Menyusut, Harga Karet Merosot

PRABUMULIH – Sejak beberapa bulan ini, petani karet yang ada di Kota Prabumulih mengeluh. Sebab, selain harga yang turun hasil getah juga merosot dari sebelum-sebelumnya.

Keluhan itu dirasakan oleh masyarakat Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat. “Sudah sekitar 4 bulan ini, hasil karet merosot setengah dari biasanya. Dulu sekitar 200 kg per dua minggu, sekarang hanya 100 kg untuk lahan 1 hektar,” kata Tohirin salah satu petani karet desa Tanjung Telang.

Warga dusun 5 ini mengaku, untuk harga saat ini Rp 8,900 per kg untuk waktu penimbangan dua minggu. “Sebelum turun itu capai Rp 9,800, sudah dua minggu lalu turun,” ujarnya.

Plh Kepala Desa Tanjung Telang Rusdiyanto membenarkan bila hasil getah warga mengalami penurunan. “Jauh menyusutnya dari waktu beberapa bulan lalu,” ucapnya.

Menurut Rusdiyanto, berkurangnya hasil getah dikarenakan pengaruh cuaca yang sudah memasuki kemarau. “Terus lagi sekarang daun sudah banyak gugur, jadi itu pengaruh dengan hasil getah,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, saat ini banyak masyarakat yang menambah penghasilan dengan tidak bergantung dengan getah karet. “Yang ada keahlian nukang, ikut nukang. Atau ada juga beternak. Kami kebetulan ada dana desa, jadi sebagian masyarakat diberdayakan mengerjakan DD,” tukasnya.

Sementara itu sebelumnya diberitakan, bila saat ini penyakit gugur daun karet, mulai mewabah di Kota Prabumulih. Betapa tidak, saat ini puluhan atau bahkan ratusan hektar karet milik petani terserang penyakit akibat jamur Pestalotiopsis sp .

Penyakit gugur daun yang menyerang karet, diketahui dari hasil survei yang dilakukan oleh Direktur Jendral Perkebunan Bidang Perlindungan Tanaman Jakarta, Balit (badan penelitian) Sembawa, Balit Medan. “Banyak yang terserang penyakit ini, gugurnya mulai dari 40 persen – 80 persen,” kata Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Munzir SP yang mendampingi tim survei beberapa waktu lalu.(08)

Komentar

News Feed