oleh

Harga Naik, Musim Hujan Pengaruhi Produksi

-Kecamatan-32 views

ANAK PETAI – Sudah hampir 1 bulan ini, harga jual batu bata mengalami kenaikan dari Rp 650 per bata menjadi Rp 750 per batu bata.

Menurut sejumlah pengrajin batu bata, kenaikan dikarenakan pengaruh harga karet yang juga mulai menggeliat. “Karet naik, jadi banyak petani yang beli untuk bangun. Karet turun turun jugo,” kata Saidin.

Meski mengalami kenaikan, namun produksi batu bata mengalami kendala. Kendala tersebut dialami sejak musim hujan berlangsung.

Zainudin salah satu pengrajin batu bata di RT 1 RW 2 Muara Tiga Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara mengaku meski harga naik namun tak sepenuhnya membawa untung.  “Memang harga batu bata naik dan itu sejak hujan. Naik oleh bahan-bahan jugo naik oleh pengaruh hujan,” kata Zainudin.

Pria yang dipanggil Udin ini mengatakan, selain pengaruh karet kenaikan harga bahan juga dikarenakan lokasi jalan tempat membeli tanah ataupun kayu menjadi becek akibat hujan. “Jadi mobil susah masuk, jalan hancur. Kalaupun barang biso masuk itu mahal,” ucapannya mengaku dalam sehari bisa mencetak 200 batu bata.

Selain pengaruh terhadap harga, musim hujan juga berdampak pada lambannya produksi batu bata. “Kalau dak musim hujan itu 40 hari batu bata yang dijemur bisa kering. Tapi kalau hujan bisa sampai 2 bulan,” lanjut pria yang sudah puluhan tahun menjadi pengrajin baru bata ini.

Lurah Kelurahan Anak Petai A Yani dibincangi terpisah mengakui, di Kecamatan Prabumulih Utara khususnya Anak Petai dikenal sebagai penghasil batu bata. “Itu sudah sejak dulu, turun temurun. Selain bertani warga juga membuat batu bata sehingga menambah penghasilan masyarakat,” tuturnya mengatakan ada puluhan bangsal pembuat batu bata di Anak Petai.

Sementara Camat Prabumulih Utara, Hendri Dunan SH menambahkan kawasan Anak Petai yakni Muara Tiga memang masih menunjang untuk memproduksinya batu bata. “Lahannya disini memang masih luas, jadi untuk produksi batu bata masih memungkinkan. Kemudian selain membuat batu bata warga juga bertani karet. Jadi tidak hanya mengandalkan batu bata,” tukasnya.(08)

Komentar

News Feed