oleh

Harga Karet Anjlok, Petani Diminta Jaga Kualitas

PRABUMULIH – Setelah sempat bertahan di harga sekitar Rp15 ribu perkilo selama sekitar tiga bulan, kini harga komoditas karet kembali anjlok.

Belakangan harga karet kembali turun drastis hingga di kisaran Rp10 ribuan perkilo untuk karet bulanan.

Ketua Asosiasi Pedagang Karet Republik Indonesia (Apkarindo), Cokro Aminoto meminta para petani tak patah semangat menghadap hal itu. Ia mengingatkan, agar petani terus menjaga kualitas karet agar dapat mempertahankan harga karet.

“Sekarang ini, harga karet dunia tengah turun. Sehingga berimbas pada harga karet termasuk di Kota Nanas ini. Terakhir, harga karet perbulannya sudah Rp 10 ribu perkilo. Kita minta agar petani, tetap menjaga kualitas karetnya,” pesan Cokro kemarin (11/4).

Sambungnya, di tengah kondisi harga yang tengah anjlok ia mengingatkan agar petani prihatin dan berhemat. “Harus berhemat menggunakan uang hasil karet, karena harga karet tengah turun lagi. Kita berharap, harga karet seperti ini tidak berlangsung lama. Sehingga, petani karet kembali senang jika harga karet tinggi,” tandasnya.

Berbeda diungkapkan Arlan, salah satu tauke karet di kota ini. Ia menyebutkan, harga karet memang mengalami penurunan dari Rp 13 ribu perkilo menjadi Rp 11.500 perkilo untuk karet satu bulan. “Kalau harga karet dua minggu memang sudah di bawah Rp 10 ribu perkilo,” kata dia.

Lanjutnya, harga karet melorot dikarenakan permintaan karet dunia mengalami penurunan. Pihak juga meminta, agar petani karet untuk tetap menjaga kualitasnya.

Terpisah, Ketua Koperasi Maju Serasan (KMS), Hendri Edit berharap, ada peran serta pemerintah khususnya Pemkot Prabumulih untuk mendongkrak harga karet. Supaya stabil, dan tidak terus turun seperti ini.

“Kalau karet terus turun jelas petani yang sudah, pemerintah juga akan repot. Pasalnya, daya beli masyarakat akan menurun. Sektor ekonomi juga akan terpengaruh, jika ada peran serta pemerintah mungkin ada solusi untuk mendongkrak harg karet ini,” tambahnya sambil menyebutkan, kalau harga karet turun dari Rp 13, 8 ribu perkilo menjadi Rp 11, 1 ribu perkilo untuk karet satu bulan.

Edit mengatakan, soal kualitas KMS mengutamakan kualitas setiap getah karet yang dijual kepada pengepul. Makanya, harganya relatif tinggi di koperasi dibawah naungannya. “Harus ada solusi, agar harga karet bertahan diharga Rp 15 ribu perkilo,” harapnya. (06)

News Feed