oleh

Hanya 4 Orang Terima Kartu Prakerja

-Metropolis-115 views

 

PRABUMULIH – Dari sebanyak kurang lebih 4 ribuan pendaftar Kartu Prakerja di Kota Prabumulih, hanya 4 orang diantaranya yang mendapatkan kartu prakerja dari hasil seleksi yang diikuti untuk gelombang pertama.

Rangkaian seleksi untuk mendapatkan kartu prakerja dinilai benar-benar sulit, karena memang diperuntukan untuk pekerja yang dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan serta yang melek teknologi.

“Pelaksanaan seleksi benar-benar dilakukan secara online yang dilakukan oleh orang dari Provinsi, dan wawancara itu bahkan dilakukan langsung oleh orang Kementerian,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ir Bambang Sukaton.

Pria  ini mengatakan, sedikitnya warga Kota Prabumulih yang berhasil mendapatkan kartu prakerja dari jumlah pendaftar dimungkinkan karena pendaftar  tidak memilih Lembaga Pendidikan dan Ketrampilan (LPK) yang ada di Kota Prabumulih.

Selain itu Bambang mengatakan bahwa masyarakat banyak berasumsi, pemegang kartu prakerja akan mendapatkan dana, sama seperti pencairan dana PKH dan dana BLT. padahal kata dia, dana sebesar Rp3.550.000 tersebut, baru bisa didapat setelah pemegang kartu prakerja mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh LPK dan BLK di setiap Kabupaten atau Kota.

“Penyaluran dana nanti melalui bank BRI, dan yang diutamakan adalah yang kena PHK, dan dirumahkan. Dan dana tersebut tidak bisa cair jika pemegang kartu prakerja tidak ikut pelatihan,” bebernya.

Dengan pelaksanaan seleksi yang melibatkan orang provinsi dan dari Kementrian langsung maka pihaknya tidak bisa maksimal dalam melaksanakan penerimaan. Bahkan dari Provinsi yang mencantumkan nama dan nomor telpon seluruh Kepala Disnaker tanpa konfirmasi, membuat para pendaftar tidak mendapat informasi yang jelas.

‘Karena para Kepala Dinas tidak ada informasi dan koordinasi sebelumnya, bahkan belum  pernah latihan, sehingga  tau apa yang harus dilakukan saat menjawab penelpon yang mau konfirmasi tentang pendaftar kartu prakerja. selain itu kita hanya sebatas mendata saja, selebihnya yang menyeleksi pihak Provinsi dan Kementrian,” tandasnya.

Sementara pantauan koran ini para pendaftar kartu pekerja terus berdatangan ke kantor Disnaker, dengan menugaskan seorang pegawai piket diharapkan dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat.

“Yang penting pengunjung tidak bingung dengan adanya petugas piket yang jaga. Minimal menginformasikan bahwa yang mau daftar bisa masuk melalui alamat link yang sudah ditempel di dinding,” ujar Munzir SPd MSi salah satu pegawai Disnaker. (05)

 

 

 

 

Komentar

News Feed