oleh

Guru Ngeluh, Semangat Belajar Siswa Menurun

PRABUMULIH – Akhir-akhir ini beberapa Guru mengeluhkan semangat belajar siswa yang sedang mengalami kemunduran. Beberapa guru merasa gagal mengajar karena tidak bisa memberikan daya tarik siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan yang diinginkan.

Terutama untuk beberapa mata pelajaran yang memang terbilang menjadi momok di mata siswa. Diantaranya adalah mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. Seperti yang dialami oleh guru matematika SMP Negeri 3 Prabumulih, Rosila Nirwana SPd.

Menurutnya, kemunduran semangat belajar ini disebabkan karena seringnya siswa menggunakan Gadget saat di luar jam sekolah. Sehingga berefek pada semangat siswa untuk belajar terus mengalami pergeseran

“Setiap kali akan masuk ruang kelas saya selalu berpikir bagaimana caranya untuk menarik perhatian para siswa agar dapat mengikuti proses belajar mengajar dan dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal,”tuturnya.

Rosila mengatakan penyebab kemunduran semangat belajar adalah diakibatkan oleh rasa malas. Selain itu mereka berasumsi bahwa saat ini mereka merasa pasti naik dan pasti lulus.

Karena keadaan akhir-akhir ini, Ibu dua anak ini merasa tidak berhasil dalam mengajar. Bahkan untuk memberikan Pekerjaan Rumah (PR) juga tidak boleh terlalu banyak, karena takur khawatir siswa stress saat mendapatkan tugas dari sekolah. “Kita juga memiliki dilema untuk memberikan PR kepada siswa. Takut nanti memberikan efek stress pada siswa serta belajar di sekolah,”keluhnya.

Sedangkan untuk memotivasi anak biar semangat belajar, wanita ini selalu awali proses belajar mengajar dengan mengajak para siswa menghafal perkalian, yang selama ini memang sudah ada.

“Setiap masuk kelas, saat absen kita langsung berikan kesempatan para siswa untuk menghafal perkalian. kita perlu menyesuaikan dengan kemampuan anak. Karena itu yang penting adalah melaksanakan apa yang harusnya dilaksanakan sebagai guru, dengan tetap berusaha agar siswa dapat berhasil khususnya untuk mata pelajaran matematika,”tandasnya.

Kenyataan ini bukan hanya dirasakan oleh Rosila, namun juga beberapa bulu mata pelajaran lainnya. Diantaranya seperti dialami Juni Setyawati SPd, guru bahasa Inggris di SMP Negeri 6 Prabumulih ini juga mengatakan hal sama.

Namun untuk mengantisipasi hal tersebut wanita ini lebih banyak belajar dan lebih banyak memanfaatkan media pembelajaran agar dapat menarik perhatian para siswa.

“Sebenarnya semua sama, hanya saja kita perlu tips memulai permainan dengan game dengan group. Jadi kita bisa bawa siswa untuk belajar sambil bermain, dan kita harus banyak media pembelajaran agar tidak membosankan,”tandasnya.(05)

Komentar

News Feed