oleh

Gugatan Dodi-Giri Ditolak MK, Ridho : Sudah Diprediksi, HDMY Menang

PRABUMULIH – Ditolaknya gugatan pasangan calon (paslon) nomor urut 4, Dodi Reza Alex (Dodi) dan Giri Ramanda Kemas (Giri) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan hasil pilkada (PHP) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) disambut positif.

Salah satunya, Ir H Ridho Yahya MM, Wali Kota (Wako) terpilih periode 2018-2023. Ia menilai ditolaknya gugatan tersebut, sudah tepat dan terprediksi sebelumnya.

Menurut Adik Ir H Mawardi Yahya ini, kalau objek yang diajukan tidak ada kaitannya dengan hasil selisih perhitungan suara yang jumlahnya sudah diatas 2 persen.

“Gugatan yang diajukan bukan masalah selisih suara, selain itu selisih suaranya sangat jauh sekitar 5,2 persen. Sudah diatas ketentuan yaitu 2 persen,” jelas Ridho sapaan akrabnya kepada koran ini, kemarin (10/8).

Kata Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) ini, H Herman Deru SH MM dan Ir H Mawardi Yahya MM sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel terpilih bisa amanah dan merealisasi program-program yang disusunnya, untuk membangun Sumsel sudah lebih maju dan berkembang.

“Kita minta juga HD-MY, untuk menyetop angkutan batu bara melintasi jalan umum. Seperti yang diungkapkan HD ketika masa kampanye. Jelas masyarakat akan menagihnya tersebut, apalagi Prabumulih adalah satu satu daerah yang merasakan dampaknya melintas angkutan batu bara di jalan umum,” ujar ayah tiga anak ini.

Kata dia, selaku Wako Prabumulih terpilih akan bersinergi dengan Gubernur Sumsel terpilih. Khususnya, masalah penolakan eksplorasi batu bara di Prabumulih dan juga penyetopan angkutan batu bara supaya tidak lagi melintasi jalan kota ini.

“Program penolakan eksplorasi batu bara di kota ini jelas akan mendapat dukungan dari Gubernur Sumsel terpilih,” pungkasnya. (03)

News Feed