oleh

Giliran Kepsek yang Dibully

-Pendidikan-117 views

PRABUMULIH – Akibat dari beredarnya video dugaan aksi bullying cenderung menuju kekerasan dilakukan siswa sekolah menengah atas terhadap adik kelas di salah satu sekolah yang ada di Prabumulih viral setelah diunggah ke media sosial (medsos) Instagram, Facebook dan YouTube, kini giliran Kepala Sekolah yang dibully warga net.

Pasalnya, Video yang pertama kali di upload oleh akun Instagram @viral.prabumulih tersebut ternyata hanya prank. Kata prank didapatkan setelah pihak sekolah mencari solusi mengenai kejadian sebenarnya terkait video viral siswa tersebut.

Diketahui, Kejadian tersebut antra D siswa kelas XII SMA Negeri 4 Prabumulih yang membully adik tingkatnya A. Hal ini diketahui setelah para wali tersebut dipanggil ke sekolah, untuk mencarikan solusi permasalahan yang timbul di masyarakat.

“Usai viralnya video tersebut, kita langsung mengumpulkan wali murid untuk mempertanyakan permalasahan video yang sudah viral dalam waktu singkat, kami pihak sekolah sempat khawatir. Ternyata saat dikonfirmasi mereka hanya ingin ngeprank adek tingkatnya,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Prabumulih, Dahril Amin MPd.

Menurut Dahril, D tidak mengetahui video tersebut dibagikan oleh temannya ke medsos, karena awalnya memang hanya dibagikan ke group kelas. “Karena hanya main main. Jadi siswa tidak ada masalah. Itu keluarga A yang cemas karena tidak terima kejadian tersebut. Namun kedua siswa dan keluarga sudah damai. Kita berharap ke depan tidak terjadi permalasahan yang serius,” harapnya.

Terkait hujatan dari warganet yang mengatakan bahwa kepala sekolah mengatakan Frank hanya karena demi reputasi sekolah, Dahril mengatakan cukup didiamkan saja karena yang mengetahui kejadian sebenarnya hanyalah para siswanya.

Menurutnya, yang penting adalah anak didiknya sudah berdamai, dan permasalahan ini sudah selesai di sekolah. “Terkait komentar para netizen yang kejam-kejam dan tidak mempercayai apa yang kami nyatakan, itu terserah warganet. Karena memang mereka memiliki hak untuk berbicara dan mengeluarkan pendapat,” tandasnya.

Sementara ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Prabumulih, Ruslan Maladi MPd saat dikonfirmasi koran ini mengatakan bahwa dia dan pengawas Pembina sekolah bersangkutan akan datang untuk berbicara langsung dengan siswa yang ada dalam video viral tersebut.

Selain itu Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Prabumulih ini menghimbau agar para siswa tidak sembarangan dalam mengupload video dan kejadian apapun yang mengancam dan menggambarkan nilai negatif dunia pendidikan. Karena sebagian orang sangat menyukai informasi negatif.

“Senin besok (hari ini,red) kami akan datang ke SMAN 4 Prabumulih bersama pengawas pembinanyo. Kita akan bertemu dengan siswanya dan bertanya langsung mengenai kejadian tersebut,” tandasnya. (05)

Komentar

News Feed