oleh

Getah Menyusut, Sarankan Sadap Karet Lebih Pagi

-Ekonomi-329 views

PRABUMULIH – Musim kemarau, tak hanya air yang mengalami kekeringan. Getah karet yang dihasilkan juga berkurang saat kemarau. Kepala Dinas Pertanian Drs Syamsurizal SP MSi menyampaikan, saat kemarau idealnya batang karet diistirahatkan. “Teknisnya memang harus istirahat kalau kemarau. Supaya tidak merusak batang, Tapi masyarakat pencariannya disitu, jadi meski hasilnya sedikit tetap dilakukan,” kata Syamsurizal.

Namun, dikarenakan kondisi perekonian dan ketergatungan masyarakat terhadap karet, paling tidak aktivitas menyadap karet dikurangi. “Kalau disadap paling tidak, tidak setiap hari. Kalau ada kebun 2 hektar jangan disadap semua. Hari ini kebun A, besok kebun B,” bebernya.

Dengan begitu terang Syam-begitu disapa- umur karet akan lebih lama. Bahkan hingga puluhan tahun. “Kalau dikelola dengan benar sampai 30 tahun. Tapi kalau tidak, 10 tahun habis, karena kulitnya habis. Kulitnya itu 5 tahun kembali lagi,” jelasnya.

Masih terang dia, selain tidak disadap setiap hari. Untuk menghasilkan lebih banyak getah, waktu penyadapan diajurkan lebih pagi. “Disarankan pada saat belum keluar Matahari. Dari jam 5 sampai jam 9 pagi. Diatas itu matahari sudah keluar angin sudah banyak, jadi netesnya getah berkurang,” terangnya.
Ia menambahkan karet masih menjadi invetasi saat ini, dan lebih mengutungkan dari sawit. “Karet tidak disadap tidak apa-apa, lain dengan sawit, kalau tidak dipanen akan busuk,” lanjutnya.

Lebih jauh dimusim kemarau saat ini, pihaknya sudah menghimbau kepada petani untuk lebih waspada terhadap api. “Puntung rokok bisa menyulut kebakaran, sekecil apapun kalau melihat asap api segera padamkan. Warga diharap peduli, karena bila peduli ada angin bisa menjalar,” imbuhnya mengatakan belum ada laporan untuk kebakaran perkebunan karet.

Berkurangnya getah saat kemarau, dikeluhkan oleh petani karet. “Banyak nian bedanyo, tapi kalau idak ditakok biso dak makan kami petani ini. Nakoknyo sekarang pagi nian, biar dapat getah banyak,” kata Rusdi salah satu petani karet.(08)

Komentar

News Feed