oleh

Gencar Cegah Stunting

-Kecamatan-78 views

PRABUMULIH – Stunting merupakan Kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dimasa lampau.

Nah, di Kota Prabumulih pencegahan stunting  gencar dilakukan oleh Pemerintah Kota. Salah satu upaya yang dilakukan yakni, membagikan makanan tambahan dan vitamin kepada anak-anak TK dan Paud.

“Kurangi beli paket nonton youtube, belikan telur untuk anak. Jangan sampai anak kita stunting. Utamakan anak, dengan asupan gizi cukup supaya pintar,”  pesan Ketua TP PKK Prabumulih, Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu Ridho kepada sejumlah ibu-ibu belum lama ini.

Sementara itu selain makanan tambahan, pencegahan stunting tak cukup dimulai sejak bayi dalam kandungan, namun bisa dimulai dari persiapan remaja putri “kaum hawa” yang nantinya menjadi seorang ibu.

Kepala Dinas Kesehatan dr H Happy Tedjo S MPh melalui Sekertaris Dr Hj Hesti Widyaningsih MM mengatakan sejak remaja asupan gizi haruslah tetap diperhatikan. “Seorang remaja putri kita persiapkan gizinya sebagai persiapan untuk menjadi wanita dewasa, yang nantinya akan menjalani proses kehamilan,” kata dr Hesti.

Meski pencegahan dimulai dari remaja, namun  pencegahan stunting sejak proses dalam kandungan hingga bayi dilahirkan harus lebih banyak dilakukan. “Memberikan gizi ibu hamil yang cukup, pemeriksaan harus rutin. Sudah melahirkan bayi 1000 hari pertama kehidupan bayi perlu kita pantau supaya cukup gizinya,  imunisasinya harus cukup,” terangnya.

Setelah bayi dilahirkan lanjut dia, pemantauan terhadap tumbuh kembang anak dilakukan melalui program stimulan deteksi dini tumbuh kembang. Salah satunya yakni melakukan pemeriksaan rutin di Puskesmas ataupun Posyandu. “dari pemeriksaan itukan ditimbang berat badan, tinggi badan apakah sesuai dengan usia anak. Begitupun dengan motorik dan sensoriknya dibandingkan dengan usia. Dari situlah kita bisa mempediksi potensi kurang gizi pada anak,” tuturnya.

Lebih lanjut dr Hesti saat ini salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka stunting, dengan memberikan makanan tambahan serta vitamin. “Pemberian vitamin dan makanan tambahan itu salah satu pencegahan juga. Dan kalau sudah stunting yang dilakukan supaya tidak terjadi gizi buruk” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ibu dua putri ini mengungkapkan upaya pencegahan stunting tak hanya  dilakukan menteri kesehatan. Namun, sejumlah pihak terkait seperti Kementerian Agama. “Salah satunya aturan tentang UU pernikahan yang mengatur usia pernikahan,” tukasnya.

Sementara itu Kota Prabumulih sendiri setidaknya 42 anak terindikasi mengalami stunting. Data tersebut, merupakan laporan dari 9 Puskesmas yang ada di Kota Prabumulih.

“Total ada 42 anak yang stunting di bulan Januari 2020. Itu data di Bulan Januari, dengan usia anak 11 bulan sampai dengan 57 bulan,” kata             Kepala Dinas Kesehatan dr H Happy Tedjo Sumali MPh melalui Kasi Kesehatan Keluarga (Kesga) dan gizi masyarakat Ar Suri Mufiarti SKm MKes.

Dari data tersebut kata Yeti-begitu disapa- stunting terbanyak di wilayah Puskesmas Prabumulih Barat, yang meliputi Kelurahan Prabumulih, Kelurahan Patih Galung, Kelurahan Muntang Tapus. “Ada 19 yang mengalami stunting di Puskesmas Prabumulih Barat,” bebernya.

Sementara untuk wilayah kerja Puskesmas Tanjung Rambang, yang meliputi kecamatan RKT ada 5 anak stunting. “Untuk wilayah Puskesmas Karang Raja ada 11 anak yang terdata stunting,” imbuhnya.

Sedangkan untuk wilayah Puskesmas yang tak ditemukan bayi dan balita stunting yakni Puskesmas Tanjung Raman dan Puskesmas Cambai. “Laporan nihil anak stunting dibulan Januari,” tukasnya.(08)

 

 

Komentar

News Feed