oleh

Gelar FGD Pendirian Kampus Akamigas

-Nasional-126 views

PALEMBANG – Guna memuluskan pendirian Politeknik Akamigas di Prabumulih, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pendirian perguruan tinggi khusus Migas tersebut. Rencananya, FGD akan menghadirkan sekitar 1500 peserta yang terdiri dari Kepala SMA serta perusahaan migas yang ada di Sumsel.

Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengatakan pendirian Politeknik Akamigas di Prabumulih menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sumsel. Sebab, Politeknik tersebut nantinya akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan sumber daya manusia di sektor minyak dan gas di Indonesia. Ia mengatakan, Politeknik Akamigas yang berada dibawah Kementerian ESDM di Indonesia saat ini baru ada satu yakni di kawasan Cepu.

“Artinya nanti akan ada dua Politeknik Akamigas. Yakni di Cepu dan Prabumulih. Orang dari berbagai daerah nantinya akan belajar di Prabumulih,” kata Ridho usai menggelar audiensi dengan Wakil Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya di Kantor Gubernur, Selasa (20/8).

Menurutnya, dalam FGD nantinya dibahas secara mendetail konsep pendirian Politeknik Akamigas di Prabumulih. “Kepositifannya Akamigas di Prabumulih seperti apa. Nantinyabkaminakan mengundang sekitar 1500 peserta yang terdiri dari Kepala SMA dan perusahaan Migas seperti Medco, Pertamina dan berbagai perusahaan lainnya. Sehingga, lulusan Akamigas nantinya benar-benar siap terjun ke dunia kerja,” katanya.

Dijelaskannya, Pemkot Prabumulih siap memberikan dukungan untuk pendirian Politeknik Akamigas tersebut. Beberapa diantaranya yang sudah dilakukan seperti pengiriman 25 mahasiswa ke Cepu untuk belajar di Akamigas. Lalu, lahan pembangunan kampus seluas 18,5 hektar. “Tenaga pengajar juga sudah disiapkan. Untuk kepentingan akreditasi. Kalau memang masih dibutuhkan akan kita buka perekrutan lagi sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan Kementerian ESDM,” terangnya.

Menurut Ridho, beberapa pertimbangan yang menjadikan Kota Prabumulih sebagai tempat pembangunan kampus diantaranya Prabumulih dikenal sebagai penghasil minyak dan gas terbesar di Indonesia. Lalu, banyaknya perusahaan migas yang beroperasi. “Dan yang paling penting dukungan dari pemerintah daerahnya. Kami sudah siapkan lahan, tenaga pengajar dan mahasiswa. Dari 10 hektar lahan yang diperlukan, kami siapkan 18,5 hektar. Tidak banyak pemda yang memberikan support seperti ini,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Kementrian ESDM, Zainal Arifin mengatakan pembangunan ini bakal dilakukan pada tahun 2020 mendatang dengan dana yang bakal digelontorkan yakni sebesar Rp 112 miliar dari Anggaran Belanja dan Pendapatan Nasional (APBN). “Pembangunan Akamigas di Prabumulih ini merupakan yang pertama. Diharapkan kedepan akan didirikannya politeknik di seluruh daerah di Indonesia,” ungkapnya.

Nantinya, Akamigas ini terdiri dari enam prodi. Namun, tidak dibuka sekaligus melainkan secara bertahap. Untuk tahap pertama akan dibuka tiga prodi terlebih dahulu yakni Prodi Minyak, Prodi Gas dan Prodi Batubara. “Dengan adanya Akamigas ini diharapkan mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas,” tuturnya.

Wakil Gubernur Sumsel Ir H. Mawardi Yahya mengatakan Pemprov Sumsel menyambut baik atas direalisasikannya pendirian Politeknik Energi dan Pertambangan di Kota Prabumulih. Ia berharap, keberadaan Politeknik Energi dan Pertambangan ini nantinya dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Sumsel. “Semoga dengan keberadaan Politeknik ini dapat menambah SDM Sumsel bidang energi. Pemprov. Sumsel mengucapkan terima kasih pada Kementerian ESDM yang telah menunjuk Sumsel sebagai lokasi yang dipilih,” pungkasnya.(Kos)

Komentar

News Feed