oleh

Gelandang Lima Jukir Liar Meresahkan

PRABUMULIH – Menindaklanjuti keresahan masyarakat, banyaknya juru parkir (Jukir) ilegal atau liar beroperasi di Taman Prabu Jaya (PJ) di sela-sela pameran pembangunan.

Selain itu, sangat merugikan masyarakat. Karena, memungut retribusi tanpa izin dan di luar ketentuan.

Akhirnya, Tim Saber Pungutan Liar (Pungli) Polres Prabumulih menerjunkan personelnya melalui Sat Intelkam melakukan penertiban, Senin malam (18/11), sekitar pukul 21.30 WIB.

Hasil penertiban tersebut, sebanyak 5 jukir ilegal atau liar di Taman PJ terpaksa digelandang petugas di Mapolres, untuk diintrograsi dan didata.

Informasi dihimpun koran ini, jukir liar diamankan di lokasi Jalan A Yani Kelurahan Prabu Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur dekat perlintasan kereta api ada tiga orang.

Diantaranya; Eko Puji Setiawan (32), warga Jalan Angkatan 45 Kelurahan Prabu Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur. Lalu, Subarka Muhariyum alias Raka (23), Warga Jalan Dani Effendi Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara. Selanjutnya, Nio Pangga Renaldi alias Albert (19), warga Lorong Sani Motor Kelurahan Mangga Besar (Mabes), Kecamatan Prabumulih Utara.

Dari ketiganya, petugas mengamankan uang hasil jukir liar sebesar Rp213 ribu. Dari para pelaku diperoleh keterangan, kalau uang tersebut hasil memunggut parkir Rp 5 ribu untuk setiap sepeda motor parkir. Kegiatan parkir dimulai pukul 16.30 WIB dan berakhir pukul 22.30 WIB. Kendaraan diparkirkan posisi berada di badan Jalan umum bukan di halaman parkir. Perharinya, bisa meraup untung hingga Rp 500 ribu.

Selain itu, juga diamankan 2 jukir liar di Jalan A Yani Kelurahan Prabu Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur di depan pintu masuk Taman PJ. Kedua jukir liar tersebut, yaitu Komar Dani (56), warga Jalan Ade Irma Suryani Kelurahan Mabes, Kecamatan Prabumulih Utara. Lalu, Wim Agus Fitri (39), juga warga Jalan Ade Irma Suryani Kelurahan Mabes, Kecamatan Prabumulih Utara.

Dari tangan keduanya, diperoleh barang bukti uang hasil pungli Rp 288 ribu.

Dari keduanya, didapat informasi melakukan pungutan parkir senilai Rp 5 ribu permotor. Kegiatan Parkir liar dimulai pukul 19.00 WIB dan berakhir pukul 22.30 WIB. Kendaraan diparkirkan posisi berada di badan Jalan umum bukan di halaman parkir. Pemungutan parkir dilakukan tanpa izin pemerintah, dan dinilai merugikan.

Didapat informasi dari keterangan keduanya, hasil pungutan parkir disetorkan ke pelaku berinisial CD dan ZL.  Sehari para pelaku mendapatkan Uang hasil parkir liar senilai Rp 600 ribu.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH dikonfirmasi melalui Kasat Intelkam, AKP Aan Sumardi SE MM membenarkan hal itu.

“Kelima jukir liar, sudah kita amankan di Polres Prabumulih untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Aan kepada awak media, Selasa (19/11).

Lanjutnya, kelima pelaku didata dan integrasi terlebih dahulu, untuk pengembangan kasus lebih jauh.

“Karena melanggar, yah kita proses sesuai hukum berlaku,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed