oleh

Film “Dua Surga Dalam Cintaku” Syuting di Mekkah dan Madinah

JAKARTA – Novel best seller Dua Surga Dalam Cintaku karya wartawan senior almarhum Atho Al Rahman, akan di adaptasi dalam sebuah film bergendre religi.
Film yang disutradarai Kiki Nuriswan, akan melibatkan sederet aktris andal seperti Yuki Kato sebagai Zilkha, Alif Alli memerankan Arham, dan Keira Shabira sebagai Husna.
Adapun aktris pendukung lainnya Early Ashyla sebagai Umi, Iwan Burnani sebagai Papa Zilka, Ivanka Suwandi sebagai mama Zilka, Azza Galedda sebagai Putri, Nurul Anissa Hasanah sebagai Fauziah, Cahya Arynahara sebagai Jamil, Irza Mahatir sebagai Ali, Yugo Werner sebagai Erwin, dan Edy Tambudo berperan sebagai anak buah Erwin.
Saat ditemui di sela-sela syukuran film Dua Surga Dalam Cintaku (DSDC) di Hotel Sofyan Tebet Jaksel, Kamis (1/11), Kiki Nuriswan mengatakan film yang sudah direncanakan sejak 2014 ini akan syuting di beberapa lokasi yakni Jakarta, Tangerang, Bogor, Mekkah dan Madinah.
“Para pemain dan kru akan berangkat ke Mekkah pada 3 November nanti, mulai syuting pada 5 November kembali ke Indonesia 11 November. Kurang lebih dua hari untuk syuting,” jelas Kiki.
Ia mengatakan, dalam film persembahan Cakrawala Studio Film (CSF), syuting di Makkah akan melibatkan tim kecil. “Tetap niat ibadah di sana sambil syuting. Semoga film bisa sukses,” katanya.
Executive Producer Dwipa Oktafoma mengatakan, awal bertemu dengan almarhum penulis ini dia langsung tertarik dengan ceritanya. Lalu dia bersedia mewujudkan Novel tersebut menjadi film. “Semoga film ini sukses box office,” katanya.
Alif Alli mengaku tertarik saat ditawari bermain di film ini. Ini adalah kali pertama Alif bermain di film bergendre religi sebagai film ketiganya. Ia merasa tertantang untuk terlibat di film yang berbau poligami ini.
“Perannya menarik. Satu dari sisi religi karena jarang ada artis yang main di film religi, ini suatu tantangan baru buat saya. Kemudian ceritanya bagus ada percintaan, konflik dan pesan moralnya,” kata Alif.
Diakui pria asal Malaysia ini bahwa sebelumnya ditawari bermain di film ini, Alif belum pernah mengetahui isi novel Dua Surga Dalam Cintaku. Namun, setelah membaca skenario, ia mulai memahami karakter yang akan ia perankan.
“Aku belum pernah baca novelnya, sebelumnya sempat cari-cari tapi nggak ketemu, jadi langsung baca skripnya. Aku sudah tanamkan di mindset karakter Arham kayak gimana,” jelasnya.
Dan yang tak kalah membuatnya senang karena disamping bekerja, Alif bisa menjalankan ibadah umroh untuk pertama kalinya. Alif pun mulai belajar latihan manasik dan mencari preferensi di youtube.
“Pertama kali ke sana jadi ibadah sambil syuting. Sudah latihan manasik, lihat di youtube tata caranya gimana. Selain itu di sana (Mekkah dan Madinah) kita akan belajar banyak tentang sejarah islam tempat dimana Adam dan Hawa dipertemukan,” ungkapnya.
Di acara yang sama, Keira Shabira mengaku kaget saat ditawari peran istri pertama pada film tersebut.
“Waktu ditawarin peran ‘kamu jadi istri pertama’, what ? ada berapa istri dia ? Terus diceritain sinopsis dan aku yah wow, gua mau nih film ini oke banget. Emang ini film yang aku pengen banget,” ujarnya.
Film bergenre religi ini adalah kali pertama bagi Keira, sebelumnya ia sempat bermain di genre horor dan action. “Sebelumnya aku di action horor, untuk film jadi its my first time untuk relegi movie,” ungkapnya.
Keira mengatakan, sosok Husna dalam film tersebut adalah sosok wanita tangguh. “Husna sendiri itu, ia wanita soleha yang taat agama, dia sebenarnya sakit kanker tapi dia bukan tipical perempuan yang lemah walaupun lagi sakit, dia tidak minta dikasihani benar-benar tegar,” paparnya.
Lebih jauh Dia mengatakan, sudah mempersiapkan mental dan energi untuk memulai syuting di Mekah dan Madinah tersebut. “Kita sudah mulai riding cuma dua hari karena agak buru-buru juga, terus langsung berangkat ke mekah,” kata Keira.
Sutradara Kiki Nuriswan mengatakan, syukuran film ini diharapkan bisa memberi kesuksesan dalam film genre religi. Novel ini bisa difilmkan berkat kerja keras almarhum Atho. Kiki bercerita tentang proses perjuangan almarhum sampai akhirnya produksi.
Arham, seorang mahasiswa tingkat akhir dari sebuah universitas Islam di Jakarta.
Araham mempunyai teman kecil bernama Husna, mereka diam-diam saling mencintai,
sampai suatu saat mereka saling menyadari bahwa mereka saling mencinta.
Mereka melanjutkan ke jenjang pernikahan. Ternyata Husna mempunyai penyakit akut, yaitu kanker otak, dan divonis hidupnya tidak akan lama lagi. Arham bertekad untuk menemani Husna sampai akhir hayatnya.
Husna dan keluarganya mendorong Arham untuk melanjutkan pendidikannya. Dengan berat hati akhirnya Arham move on berpisah dengan istri tercinta untuk menyelesaikan studinya.
Zilka seorang wanita muda yang sempat terjerumus ke dunia hitam, berusaha untuk
berhijrah ke jalan yang benar, dia membutuhkan seorang lelaki yang bisa dijadikan
pembimbing ke kehidupannya yang lebih baik.
Pertemuannya dengan Arham, memberi harapan kepada Zilka lelaki yang diharapkan menjadi pembimbing hidupnya. Arham dengan segala kebaikan hatinya dihadapkan kepada dilema untuk memberikan kebaikan kepada semua orang disekelilingnya.
Kehadiran Erwin seorang psikopat dari masa lalu Zilka menambah kompleknya masalah yang dihadapi oleh Arham. Menurut Kiki, film ini direncanakan akan rilis pada 2019 setelah Pemilihan Presiden (Pilpres). “Kita rencana 2019 rilis. Karena ada event nasional besar kemungkinan setelah pilpres,” tutupnya. (dim/fin)

News Feed