oleh

Evaluasi Gedung Balai Karya

PRABUMULIH – Kerusakan plafon gedung Balai Karya di jalan M Yamin Kelurahan Pasar 2, Kecamatan Prabumulih Utara masih terjadi. Padahal belum dua tahun bangunan tersebut dilakukan perehaban.
Asisten II Pemerintah Kota Prabumlih Bidang Ekonomi dan Pembangunan H M Yusuf Arni mengaku sudah mengetahui kerusakan yang terjadi di gedung tersbut. Pjs Wlai Kota meminta Pihak Dinas Pekerjaan umum (PU) untuk melakukan evaluasi atas kerusakan yang terjadi.
“Saat ini gedung sedang dalam tahap evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) sesuai perintah beliau (Pjs Wali Kota). Lalu hasilnya akan dilaporkan ke belaiu, baru kemudian kita akan ambil langkah apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki kerusakan tersebut,” katanya belum lama ini.
Yusuf Arni menjelaskan, evaluasi dalam hal ini memiliki pengertian dalam. Bukan hanya sekedar berapa kerugian dan seberapa banyak kerusakan saja, melainkan evaluasi dalam pengertian yang luas, sehingga bisa mengambil langkah terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Apalagi gedung serba guna yang berada tepat di lingkungan Kantor Lurah Pasar II tersebut banyak digunakan sebagai tempat melakukan berbagai kegiatan. Baik dari Pemerintahan maupun dari masyarakat umum. Namun karena adanya kerusakan tersebut saat ini masyarakat khawatir untuk menyewa gedung sebagai tempat melakukan suatu hajatan seperti pernikahan dan acara lainnya jika kondisi gedung yang akan menimbulkan bahaya.
“Kita perlu tahu penyebab kerusakan, tanpa tahu penyebabnya tidak ada guna tindakan. Jika sudah mengethaui hasil evaluasi penyebabnya, apa saja yang perlu diperbaiki dan seberapa kira-kira anggaran yang diperlukan baru kita bisa bertindak. Kita berharap agar tidak terjadi lagi kerusakan dalam waktu yang singkat,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi Balai Karya yang berada di kawasan jalan M Yamin tepatnya satu komplek dengan Kantor Lurah Pasar 2 Kecamatan Prabumulih Utara saat ini kondisinya kembali rusak.
Di beberapa bagian atap gedung yang menelan anggaran dana APBD Prabumulih 2016 senilai Rp1,9 miliar itu mengalami kerusakan. Selain itu, tampak pada bagian ruang dalam gedung tersebut banyak plafon yang hancur dan bolong akibat bocor terkena rembesan air.
Kondisi inipun, menjadikan sejumlah pihak warga dan tokoh masyarakat sekitar menyoroti hasil pekerjaan rehab gedung tersebut. Menurut keterangan beberapa warga, sebelum direhab atap gedung Balai Karya yang berdekatan dengan Kantor Lurah Pasar 2 itu tidak banyak bocor. Justru setelah direhab atap yang bocor justru bertambah.
“Setelah direhab justru atap bocornya bertambah,” ujar Edwar (48) warga setempat. Ia sampaikan, warga mengetahui pekerjaan rehab dan renovasi gedung Balai Karya tersebut dilakukan pada akhir 2016 lalu. “Jelas kami kecewa masa baru setahun diperbaiki tapi kondisinya malah semakin rusak,” sebutnya.
Kekecewaan juga dilontarkan oleh salah seorang tokoh masyarakat, H A Khohar Z. Ia menyayangkan dengan anggaran yang digunakan dalam pekerjaan proyek rehab gedung itu cukup fantastis. ”Kita harap hal ini jadi perhatian pihak terkait,” tegasnya. (05/07)

News Feed