oleh

Enam Kali Bolos Rapat Dewan Kena Sanksi

PRABUMULIH – Setelah membentuk fraki-fraksi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Prabumulih selanjutnya membahas kode etik dan tata tertib (tatib).

Untuk pembahasan kode etik dan tatib sendiri, direncanakan akan disahkan dalam waktu dekat. “Untuk kode etik dan tatib pembahasan awal sudah selesai, tinggal nantinya akan diparipurnakan, untuk disahkan setelah mendapat persetujuan dari anggota dewan,” kata Ketua DPRD Sementara Sutarno SE.

Ia menyampaikan, kode etik salah satunya mengatur tentang tata cara pakaian anggota DPRD. Sementara untuk tatib salah satunya mengatur tentang absensi atau kehadiran. Dimana nantinya anggota DPRD yang bolos akan menerima sanksi.

“Salah satu isinya 6 kali tidak mengikuti rapat, ada sanksi berupa teguran dari pimpinan yang disampaikan melalui sekwan. Tapi juga tentunya akan ada Badan Kehormatan (BK) yang berkaitan dengan sanksi,” tuturnya.

Disinggung kapan jadwal paripurna pembahasan tatib dan kode etik? Menurut Politisi Partai Golongan Karya ini paripurna digelar setelah pelantikan ketua dan unsur pimpinan definitif.

“Paripurna setelah definitif, jadi saat ini masih menunggu SK dari Gubernur untuk ketua definitif. Kemungkinan tak lama lagi, karena kalau melihat di Kabupaten OI itu sudah pelantikan,” ujar orang nomor satu di lingkungan DPRD Kota Prabumulih ini.

Wakil Ketua DPRD H Ahmad Palo SE menambahkan, kode etik maupu tatib nantinya akan menjadi panduan bagi DPRD dalam melaksanakan tugas selama 5 tahun ke depan. “Untuk kode etik ada 27 pasal, sementara tatib ada 130, yang salah satunya mengatur absensi,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Sementara itu, menurut sumber koran ini pembahasan tatib dan kode etik sempat berjalan sedikit alot. “Lumayan alot, dan kita setuju karena banyak anggota dewan terutama yang muda-muda yang menyampaikan pendapatnya. Meski pada intinya tidak banyak yang berubah dalam tatib dan kode etik dari sebelumnya,” ungkap salah satu sumber koran ini.(08)

Komentar

News Feed